Membangun Keerom yang Bangkit, Inovatif, Mandiri, Martabat dan Berkelanjutan

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., didampingi Wabup Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH., saat memberikan amanat dalam upacara HUT Keerom ke-19 di halaman SD YPPK Akarinda, Semografi, Selasa (12/4). (Erik / Cepos)

 

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., saat menggendong salah seorang murid SD di sela-sela upacara HUT Keerom yang ke-19 yang dilaksanakan halaman SD YPPK Akarinda, Semografi, Selasa (12/4). (Erik/Cepos)

*HUT ke-19 Kabupaten Keerom, Karya Tanpa Batas di Negeri Tapal Batas

KEEROM-Puncak perayaan HUT ke-19 Kabupaten Keerom tidak seperti biasanya. Jika sebelumnya kerap dilaksanakan di daerah pusat pemerintahan (Arso), tapi kali ini dilaksanakan jauh dari pusat kota.
Pemerintah Keerom memilih Kampung Semografi Distrik Web. Salah satu kampung tertua yang ada di Kabupaten Keerom. Tentu ini menjadi keistimewaan bagi masyarakat Semografi.
Seperti pada umumnya, puncak perayaan HUT Keerom dilaksanakan dalam upacara yang digelar di halaman SD YPPK Akarinda, Kampung Semografi, Selasa (12/4).
Upacara HUT diikuti oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., Wakil Bupati, Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH., dan Sekretaris Daerah, Trisiswanda Indra N, S.Pt., serta para ASN, Forkopimda dan masyarakat.
“Pada hari ini seluruh masyarakat Keerom memperingati dirgahayu Keerom ke-19 tahun 2022, bukan perjalan yang singkat. Tapi perjalanan yang lama, di usia yang ke-19 menandakan Kabupaten Keerom sudah memasuki usia yang dewasa,” ungkap Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP.,dalam amanatnya.
Kata Bupati Piter Gusbager, tema HUT Keerom adalah karya tanpa batas di negeri tapal batas. Dengan memberikan makna, karya yang dilakukan hendaknya tidak dibatasi oleh berbagai alasan, karena latar belakang suku, golongan, gender, agama atau aliran-aliran politik.
“Karya tanpa batas harus menembus batas-batas itu. Makna kedua karya tanpa batas artinya sekecil apapun karya kita untuk negeri ini, besar atau kecil bermanfaat untuk kemajuan negeri kita,” ujarnya.
“Kita harus membangun daerah ini dengan hati-hati mempertimbangkan semua aspek sehingga membangun Keerom yang bangkit, inovatif, mandiri, martabat dan berkelanjutan. Itulah visi misi Kabupaten Keerom,” sambungnya.
Bupati Gusbager juga membeberkan alasan memilih kampung Semografi sebagai tuan rumah pelaksanaan puncak HUT Keerom. Menurutnya, momentum ini harus dirayakan di tapal batas guna pemerataan.
“Juga ada percepatan pertumbuhan di seluruh Keerom, pembangunan tidak terkonsentrasi di satu daerah tapi kehadiran pemerintah dirasakan seluruh masyarakat Keerom. Dan kita hadir di sini menandakan wilayah Web, Yaffi, Towe, bagian dari keutuhan Kabupaten Keerom,” tuturnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu juga menegaskan bahwa dibutuhkan persatuan untuk membangun Keerom menjadi lebih baik. Sehingga momentum HUT Keerom, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam menata Kabupaten Keerom.
“Tanpa persatuan tidak bisa membangun daerah ini, persatuan menjadi kunci kesuksesan. Mari kita bersatu, dengan momentum HUT ini untuk kita berjuang membangun Kabupaten Keerom,” harapannya.
Dalam perayaan HUT Keerom, Bupati Gusbager juga melakukan beberapa pencanangan. Di antaranya pencanangan pembangunan kantor bupati, pencanangan rumah sakit internasional, pencanangan budidaya jagung dan pencanangan air bersih serta pencanangan BTS.
“Saya juga mencanangkan Distrik Mannem, Arso Timur sebagai kawasan budidaya jagung. Distrik Web kita canangkan khusus budidaya durian, Arso Barat dan Skanto kita canangkan sebagai budidaya buah dan sayur-sayuran,” jelasnya.
Bupati Piter Gusbager juga menuturkan jika saat ini mereka juga membangun Puskesmas di Terpones untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.
“Hari ini seluruh pejabat mau memastikan daerah belakang/pinggiran sebagaimana nawacita ketiga Presiden Jokowi membangun dari pinggiran dan visi misi Gubernur Papua membangun dari desa ke kota. Strategi ini harus konkrit, harus dengan tindakan tidak dengan kata-kata,” ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan kepada para ASN atau kepala OPD untuk benar-benar bekerja untuk rakyat Keerom. Bahkan ia menegaskan akan mengevaluasi para ASN atau kepala OPD dalam 3-6 bulan ke depan.
Sementara itu, Wakil Bupati, Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH., mengatakan bahwa usia 19 tahun ibarat seorang yang telah dewasa dan memiliki potensi besar untuk menjadi lebih baik.
“Sama halnya dengan Kabupaten Keerom. Fakta menunjukan di usia 19 tahun ini banyak investor untuk membangun daerah yang kita cintai. Untuk itu kita harus menyiapkan diri dengan baik,” kata Wabup Wahfir Kosasih.
“Oleh sebab itu, siapa yang berkarya di tanah ini dengan penuh ketulusan dan keikhlasan akan menemukan keheranan satu ke keheranan lain,” tutupnya.
Dalam momentum HUT Keerom, Pemda Keerom melakukan beberapa rangkaian kegiatan. Termasuk melakukan beberapa lomba olahraga dan pelayanan sosial di beberapa kampung.
Diketahui, sebelum puncak perayaan HUT Keerom di Kampung Semografi, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., didampingi oleh Wakil Bupati, Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH., dan Sekretaris Daerah, Trisiswanda Indra N, S.Pt., serta kepala-kepala OPD dan juga Forkopimda melakukan beberapa kegiatan di Kampung Yuruf dan Kampung Favenumbu Distrik Yaffi.
Khusus di Kampung Yuruf, Bupati Keerom selain bermalam untuk berinteraksi dengan masyarakat, Bupati juga menyerahkan beberapa bantuan berupa sebuah unit mobil Hilux, bantuan modal usaha UMKM, bibit durian unggul dan sembako 100paket.
Kemudian berlanjut pada Kampung Favenumbu, Bupati juga menyerahkan bantuan bibit jagung, seragam sekolah, penyerahan tiga guru untuk SDN Favenumbu, penyerahan satu unit motor KLX, pengobatan massal (gratis) serta peletakan batu pertama untuk pembangunan Puskesmas.
Kegiatan lain juga dilakukan pihak TNI bersama komunitas motor dengan mengecat SDN Favenumbu.
Dan untuk Kampung Semografi sebagai tuan rumah puncak perayaan HUT Keerom, Bupati bersama Wakil Bupati dan Sekda dan jajaran menyerahkan satu tenaga pendidik untuk SD YPPK Akarinda beserta satu unit motor operasional dan seragam sekolah.
Selain itu, bupati juga menyerahkan perabotan rumah tangga untuk kegiatan kampung dan gereja. Begitu juga beberapa alat musik untuk mendukung pelayanan di gereja St. Maria Bunda Allah.
Dalam mengembangkan pertanian, bupati juga menyerahkan bibit durian unggul, jagung dan bibit sayur-sayuran. Kemudian Dandim 1701/Jayapura dan Kapolres Keerom juga menyerahkan alat olahraga. Tak sampai di situ, seperti biasanya, Bupati juga menyerahkan sembako dan modal usaha bagi UMKM. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *