Perbarui MoU Sister City, Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM bersama dua pejabat negara PNG yang hadir  mewakili  Pemerintah Kota Vanimo, yakni Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Shirley Laukai dan Wali Kota Wewak di Provinsi Sepik Timur, John Nawas di sela penandatanganan MoU program sister City, di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (7/4). (Ayu/Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M melakukan penandatanganan  Memorandum of Understanding (MOU)  untuk memperbauri program kerjasama Sister City antara Pemerintah Kota Jayapura Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Vanimo dan Kota Wewak Papua Nugini, di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (7/4).

  Dua pejabat negara PNG yang hadi mewakili  Pemerintah Kota Vanimo, yakni Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Shirley Laukai dan Wali Kota Wewak di Provinsi Sepik Timur, John Nawas.

  Di hadapan kedua pejabat PNG ini, Wali Kota Benhur Tomi Mano menyampaikan, hubungan bilateral kedua negara dapat dimulai dan direpresentasikan dari kerjasama antara Kota Jayapura, Vanimo dan Wewak, salah satumya melalui kerjasama Sister City. “Melalui sister city ini juga bisa mendorong kerjasama khususnya Kota Jayapura, Kota Vanimo dan Kota Wewak di berbagai bidang,” ujarnya.

  Pemimpin Kota Jayapura selama 2 periode tersebut berharap ada peningkatan hubungan internasional, promosi dan kearifan lokal diantara ke tiga kota tersebut. “Kami Pemerintah Kota Jayapura juga telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk dapat membuka pintu perbatasan Indonesia dan PNG di Skouw, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat agar masyarakat kita bisa saling mengunjungi,” ujarnya.

  Benhur melanjutkan pemerintah juga telah membangun infrastruktur untuk mempermudah akses masyarakat salah satunya dengan membangun jembatan Youtefa atau yang akrab disebut jembatan merah. “Jembatan Youtefa di Kota Jayapura menjadi satu akses transportasi menuju Papua Nugini. Dengan pembangunan Jembatan Youtefa, maka memperpendek jarak satu dengan yang lain menuju daerah perbatasan,” ujarnya.

  Pria yang akrab disapa BTM itu mengungkapkan terdapat banyak kesamaan antara Kota Jayapura, Kota Vanimo dan Kota Wewak sehingga persaudaraan tersebut harus terus terjalin dengan baik. “Kita ini sama-sama ibu kota provinsi, memiliki kesamaan geografis, dan satu daratan serta memiliki hubungan kekerabatan. Faktor inilah yang membuat kita memiliki kesamaan dan hubungannya erat, serta membuat masyarakat asli saling berimigrasi,” ujarnya.

  Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Jayapura dengan Pemerintah Kota Vanimo dan Wewak sebelumnya juga telah bekerjasama, dan saat ini diperbaharui kembali. “Kita ketahui bersama, kerjasama Sister City ini merupakan bentuk saling pengertian antar Pemerintah Kota Jayapura, Vanimo, dan Wewak, yang ditandatangani pada 26 April 2016 lalu, dan ini kembali kita memperbaharuinya,”

  Di hadapan semua yang hadir BTM juga menegaskan bahwa masyarakatnya sejahtera dibawah nauangan NKRI. Itu merupakan dampak pembangunan dari implementasi kebijakan otonomi khusus. “Masyarakat saya sangat menikmati pembangunan, dan kami terus berupaya meninngkatkan kesejahteraan warga kami melalui program pembangunan yang ada,” ujarnya.

  Pihaknya berharap kerjasama yang terjalin baik dapat menghantarkan Kota Jayapura sebagai kota modern dikawasan pasifik. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *