Penjual Takjil Non Muslimpun Ikut Rasarakan Berkat Ramadan

Jeneria sedang melayani pembeli takjil di depan Kampus Yapis Dok V Atas, Kamis (7/4). (Karel/Cepos)

JAYAPURA-Momentum Ramadan dipastikan tidak terlepas dari munculnya penjual takjil dadakan, hal inilah yang juga terjadi di Kota Jayapur. Namun hal yang menarik ternyata di Kota Jayapura para penjual jajanan bukaan puasa ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang beragama Muslim saja tetapi yang beraga Kristenpun ikut berjualan takjil.

Salah satu penjual takjil beragama non Muslim adalah Jeneria Loen perempuan asal betawi  yang beragama kristen Protestan. Jeneria mengaku setiap  bulan Ramadan tiba merupakan dia selalu jualan takjil di depan Kampus Yapis. Awal Ramadan tahun inipun omzet penjualanya sangat tinggi.

“Setiap bulan Ramadan kami selalu jualan kue takjil untuk berbuka puasa  tentu momen ini tidak hanya memberikan manfaat pada saudara kita yang sedang berpuasa, tetapi juga bagi kami pelaku usaha, hari pertama buka puasa kemarin omzet saya bisa capai 25 juta,”katanya.

Jenis takjil yang di jual oleh Jeneria adalah kue, kolak, bubur, sayur-sayuran dan banyak lagi. Ia berjualan sejak 5 tahun lalu.

“Tahun lalu walaupun pandemi omzet penjualan saya selama bulan Ramadan  masi bisa capai Rp 25 juta,” katanya

Perempuan berdarah Betawi itu sungguh sangat antusias setiap menyambut bulan Ramadan sebab menurutnya walaupun hanya satu kali dalam satu tahun tapi mampu memberikan dampak untuk jangka panjang.

“Sangat senang mas berkah Ramadan ini tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim tapi juga kami yang Kristen bayangkan tahun lalu pertumbuhan ekonomi sempat anjlok namun dengan omzet jualan selama Ramadan cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan,”katanya

Diakuinya tingginya daya minat pembeli akan jualanya karena kualitas rasa serta kehigenisanya terjaga.

“Saya walaupun harga gula merah, gula aren, gula pasir mahal tetap menggunakan itu, karena rasa akan berbeda jika menggunakan pemanis. Saya sudah seringkali di sidak sama petugas balai POM dan mereka senang karena kualitas serta  tempat jualan saya juga sangat bersih,” Pungkasnya. (CR-267/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *