Danau Sentani Solusi Alternatif Ketergantungan Air Permukaan

Seorang mama saat memancing ikan di Danau Sentani. PDAM mendorong pemanfaatan air Danau Sentani untuk mengantisipasi ketergantungan terhadap air permukaan. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Pemanfaatan air Danau Sentani menjadi solusi konkret bagaimana mengantisipasi ketergantungan terhadap air permukaan. Sebab kapasitas air Danau Sentani ini cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota maupun Kabupaten Jayapura.
”Saya berharap ke depan Danau Sentani bisa dijadikan alternatif ketika terjadi kemarau yang panjang,” kata Dirut PDAM Jayapura, Entis Sutisna
Sebab menurut Entis, dengan pemanfaatan air danau Sentani ini berarti menjadi PDAM memiliki sumber air cadangan. Secara teknis berdasarkan kajian daripada Balai Wilayah Sungai Papua, ada potensi sekira 1.100 liter air per detik di Danau Sentani, sementara saat ini PDAMA mengelola air sebanyak 895 liter per detik.
“Kalau misalkan bertahap dalam kurun waktu beberapa tahun bisa dimanfaatkan dan bisa diolah, kita tidak kesulitan akan air bersih dan bisa melayani air bersih di kota maupun Kabupaten Jayapura,” terangnya.
Entis menjelaskan, untuk tahap pertama dari Balai Wilayah Sungai akan memanfaatkan sekitar 300 liter perdetik untuk menambah kapasitas air di masyarakat jalur kota. Namun, harapan adanya projek pengelolaannya tahun 2022 belum bisa terlaksana.
“Saya harus bersabar kembali, pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk bersinergi merealisasikan pembangunan water treatment apakah tahun 2024 nanti sudah bisa dimanfaatkan atau tidak, untuk ini saya belum mendapatkan kepastian juga,” ucapnya.
Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan air di musim kemarau solusinya harus ada penambahan kapasitas produksi. Artinya, harus ada sumber air tambahan yang bisa membcakup terhadap pasokan air yang ada saat ini.
Di lain sisi, pengelolaan atau water treatment air Danau Sentani masih terkendala dengan lahan. Sebab dari pemerintah pusat meminta Pemkot dan PDAM harus menyiapkan lahan sekitar 2 hektar. “Soal lahan, ini juga belum ada kejelasan untuk biaya pembebasan tanahnya,” ungkapnya.
“Saya mendorong dewan pengawas dan pemerintah pusat saat berkunjung ke Papua terutama kementerian PUPR untuk bisa membantu PDAM dalam merealisasikan mimpinya. Jika bisa memanfaatkan Danau Sentani, maka kesulitan akan air bersih bisa berkurang, masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih baik,” sambungnya.
Dikatakan, pertumbuhan penduduk semakin tinggi. Sehingga solusinya harus ada penambahan kapasitas produksi, harus ada sumber air baru yang bisa dikelola kembali oleh PDAM. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *