Butuh Sinergi dalam Tangani Penyakit Menular

dr Ni Nyoman Sri Antari. (Ayu/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan terkait pencegahan penyakit difteri di Kota Jayapura perlu adanya sinergi dan tidak saling menyalahkan. Menurutnya, penyakit Difteri termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sehingga ada Standar Operasional Prosedur yang harus dilalui.
“Kita kalau ketemu kasusnya, SOP-nya kita Investigasi, setelah investigasi kita intervensi. Apa yang kita lakukan untuk mengintervensi ya kita tunggu,” ujar Ni Nyoman Sri Antari menanggapi adanya kabar munculnya penyakit difteri di Kota Jayapura, Sabtu, (2/4).
Menurut Nyoman, butuh pembinaan. Dari pada pihak Provinsi hanya menyalahkan pihak dinas kesehatan Kota Jayapura. “Jadi kalau provinsi merasa kami kurang, ya provinsi dong membina. Jangan cuma menyalahkan dan mengacaukan karena saya rasa bukan hal yang bijak menurut saya,” Ujarnya.
Sebab menurutnya, penanganan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura sudah pada tahap respon cepat, dengan langsung menangani kasus sesuai SOP. “Jadi kalau misalnya kami lalai ya lakukan ini, ini, ini, gitu. Ketika ada datang data seperti ini saya langsung forward ke anak-anak lakukan, terus evaluasi dan kemudian lapor,” ujarnya sembari menunjukkan laporan data di handphone miliknya.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan harus ada prepare logistik, seumpama ada tindak lanjut vaksinasi imunisasi DPT atau Metabio lagi, pihaknya akan langsung menangani. “Vaksinasi itu rutin ada di kita. Dari rutin ke ekstra, kita memberikan banyak orang, nah tentu kita butuh dukungan juga dari provinsi, dari pusat untuk obat dan vaksinasi,” ujarnya.
Menurutnya untuk mengatasi masalah penyebaran penyakti Difteri, sebenarnya Dinas Kesehatan kota turun tangan langsung bersama pihak Dinas Kesehatan provinsi, sehingga dibutuhkan sinergitas, dan dibutuhkan pendampingan.
“Jadi kita menunggu hasilnya. Yang turun provinsi sama kota kok. Jadi artinya kita bersinergi. Jadi nggak usah menyalahkan satu sama lain. Tugasnya provinsi membina mendampingi kami. Kalau provinsi merasa kita gimana gimana ya ayolah dampingi kami,” ujarnya. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *