NasDem Bertekad Mengulang Sukses Pada Pemilu 2024

Prosesi pembukaan Rakerwil yang dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi Partai NasDem, Dedy Ramanta disaksikan pengurus DPW Nasdem Papua di Hotel Sunny Abepura, Jumat (1/4). (Jems for Cepos)

JAYAPURA-Sebuah tekad diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam Pemilu tahun 2024 mendatang.
Partai ini menargetkan bisa mengulang sukses seperti Pemilu sebelumnya sebagai partai pemenang. Bahkan mereka terlihat optimis untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Tak tanggung – tanggung target yang diusung adalah kenaikan sebanyak 3 kali lipat.
Untuk mewujudkan itu NasDem mulai memetakan lewat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang hari ini (2/4) berakhir. NasDem ingin mengecek kekuatan sebelum bertarung.
“Sebagai partai yang terus berkembang, NasDem secara organisasi dari pusat hingga daerah akan bersinergi, bergerak satu langkah sebagaimana apa yang telah dicanangkan dari pusat,” kata Ketua DPW NasDem Papua, Mathius Awoitauw pada pembukaan raker di Hotel Sunny Abepura, Jumat (1/4).
Kegiatan rakerwil ini diikuti 281 peserta plus 8 orang dari DPRP dan 52 orang anggota DPRD dan 5 perwakilan pengurus ditingkat DPD. Menurut Mathius, ini merupakan agenda rutin dan yang dibicarakan adalah mulai kondisi internal dari DPP hingga DPW kabupaten/kota termasuk pengurus dan anggota DPR. Pihaknya juga ingin melihat kekuatan fraksi ditiap tingkatan.
Mathius Awoitauw mengatakan setelah NasDem menjadi partai pemenang justru ada beban dan tantangan yang harus dilakukan. Dari target lebih ini diakui seluruh mesin partai harus lebih bekerja ekstra. “Apa yang bisa NasDem lakukan untuk masa depan Papua. Sebab ada 90 lebih anggota DPR di kabupaten/kota. Keberadaan keterwakilan Partai NasDem ini harus memberi dampak positif dan rakerwil ini menjadi area pembelajaran dan pendidikan politik secara khusus menyangkut dinamika yang terjadi di Papua,” sambung Mathius.
Ia juga menyinggung agar jangan mengikuti partai namun tidak mau berjuang tetapi semua harus mau berkorban dan bekerja aktif. Sebab partai hanya sarana dari memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Mathius mengakui bahwa ke depan NasDem tidak bisa lagi bermain sendiri tapi perlu belajar berkolabirasi, sebab dunia ke depan adalah dunia kolaborasi. “NasDem harus membuka jaringan, kami tidak bisa sendiri berjuang sendiri,” jelasnya.
Dalam rakerwil ini Bupati jayapura dua periode ini menyebut bahwa ia akan merubah cara pandang dalam berpartai. Tak bisa hanya berpikir bagaimana menyiapkan uang, menggalang massa, siapkan atribut dan serangan fajar, sebab ini sudah ketinggalan zaman. “Semua harus dimulai dengan kerja cerdas,” ucapnya.
NasDem Papua kata Mathius akan melihat akhir tahun ini berapa banyak yang menjadi anggota dan selanjutnya memetakan daerah yang harus dimenangkan. “Target KTA di Papua kami diberi tugas satu arahan umum dimana Ketua DPW ada standar khusus dan ini sudah dihitung dan sifatnya wajib. Kalau kami menang sekarang maka kami harus bertahan dan kami yakin dari waktu ke waktu partai ini akan terus berkembang,” bebernya.
Lanjut Mathius, rakerwil ini salah satu poinnya adalah mengupgrade capaian KTA. “Jika di Jawa setiap kabupaten dan kecamatan atau desa paling tidak ada 55 orang yang beranggota dari NaDdem. Kami juga punya keinginan yang sama untuk meletakkan E-KTA menjadi bagian proyeksi politik. ID NaDdem akan mendorong dari 5 persen naik hingga 7 persen. Jika ini tercapai maka sebelum ada pencalegan maka NasDem sudah dalam posisi bisa lolos dalam parliamentary threshold,” ucap Mathius.
Lalu di Papua dengan wilayah yang luas maka capaian partai NasDem untuk E-KTA paling tidak mencapai 20 – 25 persen ditiap kampung. Ini menjadi cita – cita tertinggi.
Namun prinsipnya, pihaknya akan menggarap pada wilayah yang akses internetnya mudah dijangkau KTA. Ini agar semua orang bisa mendaftar siapapun sebagai anggota partai. “Secara khusus di Papua kami ingin mengajar warga negara untuk sadar soal kartu identitas kependudukan dan syarat untuk menjadi anggota partai harus memiliki NIK atau KTP identitas kehidupan. Jadi di sini ada dua project. Pertama NasDem mengajak masyarakat untuk sadar soal kartu identitas kependudukan dan kedua mendorong masyarakat sadar masuk ke wilayah partai,” tutupnya.
Sementara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi Partai NasDem, Dedy Ramanta menyampaikan bahwa Rakerwil Partai NasDem di tahun 2022 menjadi moment penting untuk mesin NasDem di Papua menyatukan satu langkah menuju kemenangan Pemilu di Tahun 2024.
“Rakerwil ini membicarakan kekuatan mesin Partai NasDem di Papua yang akan dipersiapkan menghadapi Pemilu 2024. Ini sebagaimana perintah Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh bahwa semua mesin partai harus melipat gandakan kemenangan di setiap wilayah termasuk di Papua,” pintanya.
Dedy Ramanta menambahkan bahwa pencapaian target e-KTA disesuaikan dengan kewilayahan. Ia mencontohkan untuk wilayah Jawa dibagi perkabupaten, kemudian dibagi lagi perkecamatan, seterusnya dibagi perdesa, dengan skala target maksimal 55 orang per anggota partai. “Pada prinsipnya, pencapaian e-KTA ini akan digenjot di wilayah-wilayah yang bisa akses atau jangkau internet. Sebab basis e-KTA Partai NasDem ini terkoneksi dengan internet sehingga orang di wilayah yang ada akses internetnya dapat mendaftarkan diri sebagai anggota,” pungkasnya.
Di tempat yang sama Koordinator Kebijakan Publik dan Strategi DPP Partai NasDem Suyoto mengatakan NasDem di Papua telah mendapatkan kepercayaan luar biasa dari masyarakat. Hal ini buktikan dengan prestasi NasDem Papua yang berhasil mendapat jumlah kursi terbanyak legislatif mulai dari DPR RI, DPR Papua dan DPR kabupaten/kota.
“Di berbagai forum, Ketum Partai NasDem sangat mengapresiasi dan bangga terhadap NasDem Papua atas sumbangan Papua di DPR RI dan teman-teman NasDem Papua bekerja keras melayani rakyat dan menjaga kemenangannya,” kata Suyoto.
Karenanya NasDem perlu terus bersinergi secara internal maupun eksternal. Apalagi, diketahui partai politik kepemimpinan dan aktivisnya akan terus berharga selama dipercaya rakyat.
“Jika kepercayaan rakyat hilang, maka aktivis dan kepemimpinan partai politik itu akan hilang. Saya pikir kepercayaan rakyat itu harus kita jaga dan kita buktikan bahwa para politisi bisa melayani dan membangun serta mewujudkan harapan bersama rakyat,” tutupnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *