Puluhan Warga di Ngguti Menderita Kusta

Moses Jeremias Kaibu. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Puluhan warga di Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke dilaporkan menderita Kusta. Laporan ini, setelah dokter Noor, berjalan dari kampung ke kampung dan mencatat warga yang menderita kusta. Anggota DPRD Merauke daerah pemilihan tersebut, Moses Jeremias Kaibu kepada wartawan di Merauke, Kamis (31/3) menjelaskan, bahwa data terkait warga yang menderita kusta di Distrik Ngguti tersebut, pihaknya sudah peroleh, baik dalam bentuk gambar maupun dalam bentuk video. “Sudah tercatat 85 orang teridentifikasi sebagai penderita kusta di Ngguti,” jelasnya. Bahkan kata dia, ada anak yang baru berumur 2 tahun sudah menderita  kusta. “Setelah saya melakukan koordinasi, ternyata yang dilihat kusta ini hanya dalam kota dan pemerintah beranggapan bahwa kusta itu habis. Tapi ternyata setelah dokter Noor berjalan dari kampung ke kampung, malah ditemukan banyak Kusta di Distrik Ngguti,” terangnya.

Bahkan, lanjut Politisi dari Partai Gerindra ini berencana akan menggelar aksi demo damai sekaligus rapat dengar pendapat dengan dewan  agar masalah ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah.

“Dalam dua tiga hari ke depan, bersama masyarakat, aparat kampung dan mahasiswa dari Distrik Ngguti dan Kaptel akan menggelar aksi demo damai sekaligus rapat dengar pendapat dengan dewan dan menghadirkan pihak dinas kesehatan,” jelasnya.

  Menurutnya, penyakit ini kalau tidak ditangani dengan serius, sangat berdampak pada jumlah penduduk yang ada di Ngguti yang bukan bertambah tapi terus berkurang karena penyakit kusta ini.

“Ini harus menjadi perhatian serius dalam menanganinya. Kalau tidak, manusia yang ada di sana bukan bertambah, tapi akan terus berkurang karena penyakit ini,”katanya. Ditambahkan, masalah ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan atas laporan itu, seharusnya Dinas Kesehatan membentuk tim turun ke lapangan. “Tapi fakta hari ini, itu tidak dilakukan,” pungkasnya. (ulo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *