Jangan Kejar Baju Pengantin Dulu, Tapi Kejar Masa Depan

Penyerahan piagam pengukuhan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat Dwi Listyawarda kepada para duta di Gedung Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kamis (31/3). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Yulce Enembe selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua bersama 13 Ketua TP kabupaten/kota dikukuhkan sebagai Bunda Generasi Remaja (Genre) dan Duta Cegah Stunting oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat Dwi Listyawarda, di Gedung Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kamis (31/3)

  Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat Dwi Listyawarda menyampaikan, program Keluarga Berencana (KB) dan Penurunan Stunting, merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Sebab menurut Dwi, kedua program inj korelasi utamanya ialah keluarga, dan ini sejalan dengan 10 program pokok PKK.

  “Salah satu upaya membangun masyarakat adalah dengan membangun SDM yang berkualitas. Namun yang menjadi kendala yaitu stunting, dimana kondisi seorang anak gagal tumbuh secara normal dengan keadaan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan,” terangnya.

  Lanjutnya, pemerintah telah berupaya dalam penurunan angka stunting dengan  mengamanatkan misi penurunan stunting kepada BKKBN, termasuk salah satunya Program Bangga Kencana.

  “Sasaran utama kami ialah generasi muda yang merupakan calon pengantin, serta berpotensi menghasilkan generasi berkualitas. Kami berharap para calon pengantin perlu mendapat pendampingan dan bimbingan pra nikah sekira 3 bulan sebelum menikah,” tuturnya.

   Dikatakan, BKKBN juga terus berkolaborasi dengan mitra potensial, salah satunya Tim Penggerak PKK, yang dinilai mempunyai peranan penting dalam masyarakat. Melalui momentum ini, menjadikan kader PKK sebagai Duta Stunting dapat memberikan informasi 1.000 hari pertama kehidupan pada lingkungan keluarga pada daerah masing-masing

  Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Drs. Nerius Auparay, M.Si menyampaikan, BKKBN tahun 2021 telah menyelesaikan pendataan keluarga yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Data tersebut merupakan salah stau sumber  data yang digunakan untuk intevensi keluarga berisiko stunting.

  “Kami melakukan perjanjian kesepahaman bersama dengan beberapa mitra dalam percepatan penurunan stunting di Papua. Selain itu kami juga telah membentuk tim pendamping  keluarga yang bertugas melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting di seluruh kampung di Papua,  dimana tim pendamping ini telah mendapatkan pelatihan pada tahun 2021 lalu,” terangnya.

   Lanjut Nerius, adapun tim pendampimg keluarga yang telah dilatih sebanyak 17.469 keluarga yang akan mendampingi keluarga berisiko stunting yang ada di Papua. Dimana tenaga ini diambil langsung dari kampung kampung yang bersangkutan.

   “Harapannya mereka bisa bertugas dengan baik di kampungnya untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Selain itu, bertugas memberikan edukasi, motivasi dan pendampingan kepada keluarga dalam pencegahan stunting,” terangnya.

  Dikatakam Nerius, Perwakilan BKKBN Provinsi Papua punya binaan generasi berencana di Papua. Generasi  berencana ini dengan tujuan mempersiapkan mereka dengan baik, dibina dengan baik dan diberikan edukasi sehingga mereka memahami hal hal yang bermanfaat bagi dirinya dan masa depannya.

   Selain itu, BKKBN juga punya pusat informasi dan konselimg yang ada di semua sekolah termasuk di Perguruan Tinggi yang  ada di Papua. Dengan pendampingan guru bimbingan konseling di sekolah sekolah, para pelajar ini diberikan pemahaman tentang masa depannya.

  “Harapan saya, jangan kejar baju pengantin dulu, tapi kejar masa depan. Sekolah yang tinggi hingga punya ijazah, setelah itu kerja dan merencanakan masa depannya, dan ini yang kami  lakukan dalam pembinaan generasi berencana di Papua,” pungkasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *