Di Merauke, Demo Tolak DOB Dibubarkan Polisi

Mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Front Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Adat Marind saat akan menggelar aksi demo menolak DOB, namun dihadang polisi dan dibubarkan, Kamis, (31/3), kemarin.

MERAUKE-Aksi demo penolakan Daerah Otonom Baru (DOB) yang akan dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Front Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Adat Marind ke kantor DPRD Merauke berhasil, dibubarkan polisi.

    Aksi demo damai ini diawali dengan titik kumpul dari Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima Merauke menuju Kantor DPRD Merauke dengan cara long march. Namun belum sampai di sekitar Lingkaran Brawijaya (Libra), aksi tersebut langsung dihadang kepolisian.

    Kabag Ops Polres Merauke Kompol Viky Pandu, SIK, SH, MH, menjelaskan, sejak awal pihaknya tidak mengizinkan aksi demo ini. Karena secara prosedural, tidak memenuhi syarat sesuai dengan UU. Bahwa 3 hari sebelum pelaksanaan harus mengajukan izin. “Ini kemarin, baru mereka mengajukan permohonan untuk hari ini, sehingga kita tidak izinkan. Apalagi situasi saat ini masih dalam pandemi Covid-19,” jelasnya.

    Dikatakan, sejak awal pihaknya sudah mendatangi titik kumpul mereka dan sampaikan bahwa yang dapat diizinkan hanya perwakilan dari mereka untuk kegiatan yang bersifat audiensi dengan DPRD. Perwakilan saja hanya antara 15-20 orang.

“Tadi perwira lapangan, Kasat Sabara, Kasat Intel dan Kasat Reskrim arahkan untuk perwakilan saja, tapi mereka masih nekat dan melakukan long march dan imbauan kita tidak diindahkan, sehingga tadi kita sampaikan kepada mereka dan tawarkan lagi di lapangan bahwa hanya audiensi  yang kita izinkan. Sehingga mereka memutuskan untuk bubar,” tandas Kabag Ops.

Menurutnya, jumlah peserta aksi demo tersebut sekitar 50-an orang dengan membawa sejumlah pamflet dan spanduk yang berisi penolakan DOB.” Tapi spanduk dan pamflet mereka, semuanya sudah kita amankan, “tambahnya.

     Aksi demo ini rencananya akan digelar di DPR Kabupaten Merauke sekitar pukul 10.00 WIT. Namun mereka baru mulai bergerak dari titik kumpul di Mangga dua sekitar pukul 11.30 WIT. Namun karena tidak mengantongi izin tersebut dan yang diperbolehkan hanya perwakilan yang bersifat audiensi. Sementara itu, di DPR Kabupaten Merauke tampak Wakil Ketua II DPR Kabupaten Merauke Dominikus Ulukyanan, S. Pd dan sejumlah anggota lainnya siap menerima perwakilan aksi tersebut. Begitu juga personel Polres Merauke, selain disiapkan di Libra, juga di kantor DPR Kabupaten Merauke antisipasi aksi demo penolakan DOB tersebut. (ulo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *