Babinsa dan Istrinya Dihabisi OTK

Anggota TNI-Polri berusaha menenangkan dua orang anak korban pembunuhan Sertu Eka Adriyanto Hasugian dan Sri Lestari Indra Putri di Elelim, Kabupaten Yalimo, Kamis (31/3). (Dok Dandim 1702/ Jayawijaya for Cepos)

Jenazah korban pembunuhan OTK, Sertu Eka Adriyanto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Indra Putri saat disemayamkan di Pos Ramil Elelim sebelum dikirim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (31/3). (Dok Dandim 1702/ Jayawijaya for Cepos)

*Jari Telunjuk dan Tengah Anak Korban Usia 2,5 Tahun Putus Dibacok

WAMENA-Pasangan suami istri Sertu Eka Adriyanto Hasugian dan Sri Lestari Indra Putri, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya di Kampung Elelim, Distrik Elelim Kabupaten Yalimo, Kamis (31/3) sekira pukul 05.30 WIT.

Korban Sertu Eka Adriyanto Hasugian yang merupakan anggota Babinsa Kampung Meagama Ramil 1702-05/Kurulu meninggal dunia dengan luka tembak di dada tembus punggung. Sementara istri korban Sri Lestari Indra Putri yang merupakan ASN tenaga kesehatan Pemkab Yalimo, mengalami luka bacok di leher.

Sementara itu dua orang anak korban yang masih balita berhasil selamat. Namun salah seorang anak korban bernama Elvano Putra Faeyza berusia 2,5 tahun mengalami luka di jari telunjuk dan jari tengah putus. Korban yang saat itu digendong ibunya, diduga terkena sabetan benda tajam saat pelaku membacok ibunya.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang membenarkan adanya kasus pembunuhan terhadap anggotanya  bersama istrinya di dalam rumahnya di Elelim ibukota Kabupaten Yahukimo. Selain pasangan suami istri ini, Dandim Budi Situmeang menyebutkan salah seorang anak korban juga mengalami luka bacok hingga jari telunjuk dan jari tengahnya terputus.

“Korban mendapat satu tembakan di bagian dada, namun mungkin senjatanya dirapatkan. Sedangkan istrinya meninggal karena luka bacok di leher saat menggendong anaknya sehingga dua jari dari anak korban juga ikut terputus,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (31/3).

Terkait kasus pembunuhan ini, Dandim Budi Situmeang mengatakan, Kodim 1702/Jayawijaya sudah membuat laporan polisi untuk ditindaklanjuti pihak berwajib.

Korban yang sehari-hari bertugas sebagai Babinsa di Elelim menurut Dandim tidak membawa senjata. Sementara itu, istri korban merupakan seorang petugas kesehatan (bidan) yang berstatus sebagai ASN Dinas Kesehatan Pemkab Yalimo.

“Proyektil dari penembak yang belum diketahui. Anggota kita ini, Babinsa sehingga tidak membawa senjata. Penembakan itu terjadi di rumah korban yang dilakukan oleh tiga orang yang tidak dikenal,” bebernya.

Kasus pembunuhan ini menurut Dandim Budi Situmeang sedang didalami oleh Polres Yalimo. Dimana dari hasil penyelidikan, ada saksi yang melihat 3 hingga 6 orang yang melarikan diri dari arah rumah korban sekira pukul 05.00 WIT.

“Sekarang ini kita upayakan untuk jenazah kedua korban dibawa ke Wamena lewat jalan darat dan disemayamkan nanti di Makodim 1702/Jayawijaya. Besok (hari ini, red) baru kita akan terbangkan ke kampung halamannya di Sidoarjo Jawa Timur,” jelasnya.

Dandim Budi Situmeang menyayangkan terjadinya pembunuhan ini. Pasalnya, selain membunuh seorang anggota Babinsa, pelaku juga telah menghabisi salah satu petugas kesehatan yang paling berjasa di wilayah Yalimo. Dimana selama kerusuhan di Yalimo Istrik Korban ini tidak pernah meninggalkan Elelim dan tetap memberikan pelayanan kesehatan.

“Kemudian saat ada pengungsian di Yalimo, dimana ada warga yang melahirkan di tempat pengungsian, korban yang merupakan eorang bidan memberikan pertolongan saat persalinan,” sesalnya.

Secara terpisah Kapolres Yalimo, AKBP. Hesman Napitupulu mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan. Dimana dari penyelidikan sementara sejak sejak pagi terdengar bunyi letusan senjata api dan ada warga yang melihat bahwa ada yang kena tembak.

Adapun korban yang terkena tembak menurut Kapolres Hesman Napitupulu yaitu Sertu Eka Adriyanto Hasugian. Selain itu, istri korban juga mengalami luka bacok di bagian leher hingga nyawanya tak tertolong.

“Kita masih melakukan pendalaman dan pengejaran kepada para pelaku karena masih berstatus orang tidak dikenal. Untuk jumlah pelaku masih terus kita kembangkan karena jumlahnya belum pasti,”bebernya.

Jenazah kedua korban menurut Kapolres Hesman Napitupulu, sudah berada di Pos Ramil Elelim dan akan langsung dikirim ke Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Timur via Jayapura.

“Memang ada saksi tetapi hanya mendengarkan suara tembakan sehingga kita masih terus kembangkan kasus ini,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya masih menelusuri siapa pelaku yang  dikatakan tidak manusiawi ini.

“Dari kelompok mana kami belum tahu sebab hingga kini belum ada keterangan yang mengaku melihat adanya orang disekitar lokasi. Kami dengan TNI akan  berkolaborasi untuk pengungkapannya,” singkat Kamal.

Sementara itu, Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan membenarkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.15 WIT, tepatnya di kios milik korban.

“Jadi, korban Putri itu bekerja sebagai nakes dan PNS Puskesmas Elim Yalimo. Korban sering membantu masyarakat, khususnya dalam persalinan ibu-ibu. Terlebih lagi saat terjadi pengungsian di Yalimo, korban sebagai nakes terjun langsung membantu para pengungsi,” ungkap Candra.

Suami korban yang merupakan Babinsa, sambung Candra, juga selalu membantu masyarakat sekitarnya. “Dari peristiwa tadi pagi, dua korban (pasutri) meninggal dunia, sedangkan sang anak yang masih balita dalam kondisi selamat namun mengalami luka karena jari tangannya dipotong,” beber Candra. Kini kedua jenazah korban berada di Puskesmas Elelim untuk dilakukan autopsi.

“Terkait siapa pelakunya masih belum diketahui (OTK) dan saat ini para saksi-saksi sedang dimintai keterangan di Polres Yalimo,” terang Candra.

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, Kamis (31/3) pagi kemarin sekira pukul 06.00 WIT, Pawas Ipda Ferdi Bilolo (Kasie Propam Polres Yalimo) bersama piket fungsi mendapat telepon dari warga jika di lokasi kejadian telah terjadi pembunuhan atau penembakan. Tak lama piket fungsi mendatangi lokasi  dan mendapati para korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah.

Di TKP polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa proyektil dan selongsong peluru kaliber 5.39 mm AK 47.

Korban Sertu Eka mengalami luka di bagian bawah ketiak kanan tembus bagian kanan. Sedangkan sang istri sempat dalam keadaan kritis akibat luka sabetan benda tajam di bagian leher. Ia  meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju ke Puskesmas.(jo/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *