Alat Apheresis Bantu Donor Plasma Konvalesen

A.Idawati Waromi, SpKJ (Karel/Cepos)

Hanya Untuk Pasien Swasta, Belum Bagi Peserta BPJS

JAYAPURA-Alat Donor Apheresis yang telah dilanunching operasionalnya  oleh Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jayapura pada 15 Maret lalu. Alat donor Apheresis adalah  penerapan teknologi medis berupa proses pengambilan salah satu komponen darah dari pendonor melalui suatu alat atau mesin.

   Menurut Ketua Unit Donor Daerah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Jayapura A.Idawati Waromi alat donor apheresis berfungsi untuk menyaring sejumlah komponen yang ada di dalam darah. Baik itu komponen darah yang dibutuhkan atau yang tidak dibutuhkan.

  “Kehadiran alat ini sangat membantu pendonor yang pernah terpapar covid, karena melalui alat apheresis dapat diperoleh salah satu atau lebih komponen darah seperti trombosit, sel darah merah, leukosit, limfosit, monosit, granulosit plasma dan sel punca atau sel stem.

  Keuntungan penyumbangan darah oleh alat ini adalah komponen darah yang tidak digunakan akan digunakan kembali ke dalam tubuh pendonor untuk mutu komponen yang lebih konsisten, kandungan biologis lebih besar dan komponen darah umumnya mengandung jumlah leukosit lebih rendah. Sejak dicanangkan alat apheresis donor plasma konvalesen mengalami peningkatan  satu pendonor bisa membantu 5- 10 pasien.

  “Donasi plasma konvalesen terus meningkat. Saya harap ini bisa menjadi faktor pengubah dan kita bisa menggerakkan semangat donor plasma konvalesen ini agar dapat menjadi faktor pembeda dari proses upaya kita untuk menangani Covid-19,” imbuh A.Idawati Waromi, saat mengikuti kegiatan donor darah  yang digelar managemen Hotel Horison Abepura-Padang Bulan, Kamis (31/3).

   Ida Waromi  juga  mengatakan penggunaan alat aphrehesis ini hanya berlaku bagi pasien swasta. Sedangkan pasien pengguna kartu BPJS belum berlaku. “Saat ini masih proses pembenahan secara manajemen dan administrasi untuk bisa bekerja sama dengan pihak PBJS, sehingga alat ini bisa digunakan oleh peserta BPJS, karena penggunaan alat ini membutuhkan biaya yang cukup besar, persoalan inilah yang terus kami upayakan.

   Dia juga mengungkapkan golongan darah yang masih terbatas saat ini adalah golongan darah A, B, dan AB. Saat ini Pihak UDD PMI Kota Jayapura rutin melakukan kegiatan donor darah dengan bekerja sama melalui berbagai pihak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan darah di PMI Kota Jayapura.

  “Kami  akan terus berupaya melakukan kegiatan rutin donor darah, semoga dapat menambah golongan darah yang masih terbatas penyediaannya saat ini,” ungkapnya. (CR-267/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *