Pantauan Hilal Dipusatkan di Lampu Satu Merauke

H. Musa Narwawan S.,Ag., M.M. (Karel/Cepos)

JAYAPURA-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag)  Provinsi Papua akan menggelar Sidang isbat rukyatul hilal  atau penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah, pada 31  Maret 2022, di Kabupaten Merauke, tepatnya di kompleks lampu satu Merauke.

   “Jadi besok (hari ini.red) kami akan berangkat ke Kabupaten Merauke untuk mengadakan rapat penentuan rukyatul hilal awal ramadan., Nanti sampai disana kami langsung pasang tropong pemantaun bulan, setelah itu lanjut dengan rapat, dan hasil rapat akan kami krimkan ke Kementrian Agama Pusat, di Jakarta.” ungkap Kepala Bidang Haji dan Binmas Islam Kanwil Kemenang Provinsi papua H Musa Narwawan, saat ditemui Cenderawasih Pos, Rabu (30/3).

  Kemenang mengatakan Anggota yang akan hadir dalam rapat penentuan ilhal awal ramadan diantaranya, perwakilan dari Kemenag  Papua, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Fattahul Muluk Papua, BMKG  Papua, Pengadilan Agama, perwakilan dari Ormas Islam Papua, serta Pejabat Pemerintah Kabupaten Merauke,  tempat pelaksanaan rapat di Kantor Agama Kabupaten Merauke.

   “Karena masih pandemi jadi anggota yang hadir dibatasi, dan tata pelaksaanan rapat juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat”, imbuhnya

   Musa Narwawan menerangkan, sidang isbat akan dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1443 H berdasarkan hasil hisbat (perhitungan astronomi). Pemaparan ini dilakukan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Kanwil Papua mulai pukul 15.00 WIT.

  “Sesi  perhitungan astronomi ini akan di lakukan di Komples Lampu Satu Kabupaten merauke saat matahari terbenam.” Ujar Musa Narwawan.

  Tahap kedua, pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan rukyatul hilal Awal Ramadan 1443 Hijriah. Sesi ini digelar secara terbuka dan akan disiarkan melalui media sosial, media cetak, dan media online. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia.

  Tahap ketiga, adalah pengiriman hasil Isbat rukyatul hilal awal ramadan ke Kemenag pusat. Dari Kemenag pusat nantinya  yang akan menetukan awal ramadan.  “Jadi untuk penentuan awal ramadan, dan tata pelaksanan salat tarawih  pada bulan puasa berpatok pada aturan Kemenag pusat.” tuturnya.

  Terkait dengan potensi terjadinya perbedaan awal puasa, Musa Narwawan  mengaku akan ada  pertimbangan terkait perbedaan pendapat penentuan rukyatul hilal awal Ramadan. Namun hal ini tidak akan mempengaruhi pada kebijakan Kemenag Pusat.

   “Jadi inikan ada dua pandangan yang berbeda, pertama menurut muhamadyah rukyatul hilal awal ramadan tanggal jatuh pada tanggal 2 April 2022, sedangkan dari MUI sendiri tanggal 3 April 2022, namun terkait hal ini kami kementrian agama wilayah Papua tetap berpacu pada kebijakan Kementrian Agama Pusat,” pungkasnya. (cr-267/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *