Warga Distrik Asotipo Dapat Bantuan 52 Ekor Bibit Wam

Penyerahan bibit ternak Babi yang dipimpin Sekda Jayawijaya, Thony M. Mayor SPd, MM di Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Selasa, (29/3), kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA—Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya menyerahkan 52 ekor ternak wam (babi) kepada masyarakat di Distrik Asotipo, Selasa, (29/3), kemarin.

Bibit ternak tersebut didatangkan dengan menggunakan APBD Perubahan Tahun 2021 lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya, Hendri Tetelepta mengatakan, bantuan 52 ekor bibit ternak babi di Distrik Asotipo itu, dibiyi APBD Perubahan 2021 lalu, dan tahun ini pihaknya kembali lakukan pengadaan 600 ekor bibit ternak babi yang didatangkan dari luar Wamena.

“Tahun ini ada 600 lebih bibit ternak babi yang didatangkan dari Kabupaten Jayapura dan Keerom, penerimanya nanti diserahkan kepada distrik untuk mengaturnya, siapa yang akan menerima bibit ternak tersebut,” ungkapnya, Selasa (29/3), kemarin.

Kata Hendri, penyerahan bibit ternak babi ini akan terus berkembang, artinya kalau diberikan 52 ekor dan bisa dikembangkan oleh masyarakat maka nantinya penerimanya juga harus bertambah.

“Jika sekarang kita kasih 52 ekor ternak babi, mungkin satu tahun kemudian bisa bertambah lagi dan pemerimanya bisa kepada warga yang lainnya,”katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Distrik Assotipo, Yulianus Asso menyatakan, setelah pemerintah menyarahkan 52 ternak babi ini kepada masyarakat maka untuk pengaturannya akan diserahkan kepada 10 kepala kampung untuk membagikan kepada masyarakatnya.

Ia juga menyatakan, bantuan 52 ternak wam ini diharapkan jika sudah dibagikan kepada masyarakat, jangan dibunuh untuk dikonsumsi, tetapi harus dipelihara, dikembangbiakan agar bisa menjadi banyak dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat di Lembah Baliem ini sudah tahu cara mmemelihara dan perkembangbiakan ternak wam, ini bukan sesuatu yang baru bagi kami, sebab wam ini merupakan budaya yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat,” beber Kepala Distrik Asotipo.

Dirinya sebagai kepala distrik akan meminta kepada 10 kepala kampung yang ada untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat yang menerima bantuan ternak ini untuk bisa dipelihara dan dikembangkan.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *