MTS Persiapan Negeri Keerom akan  Miliki Gedung Sendiri

Suasana peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas MTS Keerom yang ada di Kampung Yaturaharja, Arso 10, Kabupaten Keerom, Selasa (29/3). (Erik / Cepos)

JAYAPURA-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei meletakkan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Tsanawiyah (MTS) persiapan Negeri Keerom, di Kampung Yaturaharja, Arso I0, Selasa, (29/3).

“Hari ini kami melakukan peletakan batu pertama ruang kelas Madrasah Tsanawiyah persiapan Negeri Kabupaten Keerom. Selama ini Madrasah menggunakan ruang belajar yang sifatnya pinjaman, sehingga harus mempunyai gedung sendiri,”ungkap Kakanwil Kemenag Papua di sela-sela peletakan batu pertama itu.

Dikatkan, pihaknya akan mendorong agar bangunan MTS ini nantinya mendapatkan perhatian khusus dari Kemenag RI.

“Ini juga menjadi perhatian kami untuk pengusulan-pengusulan, sehingga pembangunan sekolah ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama RI,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Keerom, Karel F. Mambay, mengatakan, nantinya MTS tersebut akan memiliki 3 kelas baru dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.

“Kita targetkan pembangunan ini bisa rampung 90 hari atau tiga bulan. Keterlibatan umat, kita pastikan pembangunan ini berjalan lancar,” kata Mambay.

Dirinya juga menegaskan, mereka akan berusaha untuk menerbitkan sertifikat tanah agar pembangunan MTS tersebut juga mendapatkan perhatian dari Kementerian Agama RI.

“Kita harus pastikan tanah ini bersertifikat, karena itu syarat mutlak pembangunan dilakukan pemerintah harus bersertifikat, kami sudah melakukan pengukuran bersama BPN sehingga dalam waktu tidak lama, tanah ini bersertifikat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Keerom, Minarni menjelaskan, sekolah ini mulai terbentuk pada 2019 silam dan proses belajar mengajar menggunakan sebagian ruangan yang ada di Masjid Baitul Muttaqin Arso 10.

Dirinya menambahkan, MTS Keerom saat ini memiliki 36 siswa/siswi dan tahun ini secara perdana akan meluluskan 11 siswa.

“Ini direncanakan untuk negeri dan persyaratan utama itu harus punya gedung. Dan tahun ini kami akan meluluskan angkatan pertama. Kami sangat bersyukur akhirnya harapan kami untuk memiliki gedung sekolah, hari ini mulai dilakukan peletakan batu pertama,”pungkasnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *