Gus Amsori Kunjungi Keerom, Serahkan Bantuan dan Berikan Motivasi

K.H Amsori Thohir bersama Sekda Keerom Trisiswanda Indra N, SPT, saat berfoto bersama para ulama di pondok pesantren Latifah Mubarokah di Arsopura Arso 4. (Erik / Cepos)

 

K.H Amsori Thohir bersama Sekda Keerom Trisiswanda Indra N, SPT, saat berfoto bersama dengan para panitia dan pengurus LPTQ di Keerom di sela-sela pembukaan MTQ di Kompleks Masjid Al-Amin, Arso Swakarsa. (Erik / Cepos)

 

*Sekda Keerom Buka MTQ ke-IX

 

JAYAPURA-Putra Wakil Presiden RI, K.H Amsori Thohir, Jumat (25/3) melakukan kunjungan ke Papua, khususnya Kabupaten Keerom.

Dalam kunjunganya yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Keerom, Trisiswanda Indra N, SPT, menyambangi pondok pesantren Latifah Mubarokah di Arsopura Arso 4.

Dalam silaturahminya, pria yang lebih akrab disapa Gus Amsori itu bertemu para alim-ulama dan memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 100 juta kepada pihak pondok pesantren. Tidak hanya Gus Amsori, namun Pemerintah Kabupaten Keerom yang diwaliki l Sekda Trisiswanda Indra juga menyerahkan bantuan serupa kepada Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif.

Dalam kunjungan ini juga turut didampingi oleh Dandim 1701 Jayapura, Letkol Inf. Arnold J Sangari, SE, serta perwakilan dari Kadin Provinsi Papua.

Gus Amsori pada takziahnya menyampaikan dukungan kepada dunia pendidikan madrasah dan kehidupan beragama di Keerom yang telah berjalan dan terbina dengan baik. Ia juga menyampaikan akan memberikan beasiswa pendidikan kepada lulusan madrasah di Keerom yang ingin melanjutkan pendidikan S1.

“Beasiswa kami berikan kepada seluruh lulusan madrasah aliyah yang ingin berkuliah di STID (sekolah tinggi ilmu dakwah) di Cirebon. Demikian pula jika ada santri yang ingin berkuliah baik di tingkat Tsanawiyah dan Aliyah atau pondok tahfidz yang ada di Jawa Barat atau di Jawa Timur,” ujarnya.

Kemudian Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., yang diwakili Sekda Trisiswanda Indra N, SPT., menjelaskan tentang ringkas sejarah pembentukan Kabupaten Keerom dan kondisi kehidupan toleransi beragama di Kabupaten Keerom yang telah terbina dengan baik.

“Bahkan saat ini di Keerom telah ada 5 agama, dan toleransi serta kerukunan umat beragama telah berjalan baik. Bupati Keerom dan Wakil Bupati Keerom, pun sesuai visi dan misi, telah dan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk membina dan meningkatkan SDM di Keerom, termasuk di bidang keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Latifah Mubarokah, H. Daud, mengaku bangga bisa dikunjungi langsung oleh Gus Amsori. Ia menyampaikan bahwa kedatangan Gus Amsori akan menambah barokah pondok tersebut dan ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut.

Sekda Keerom Buka MTQ

Usai melakukan kunjungan pondok pesantren Latifah Mubarokah di Arsopura Arso 4, Gus Amsori bersama Sekda Keerom Trisiswanda Indra N, SPT, membuka kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX se-Kabupaten Keerom, Jumat (25/3) yang digelar di Kompleks Masjid Al-Amin, Arso Swakarsa.

Dalam MTQ edisi ke-IX ini, diikuti oleh kafilah dari 5 distrik. Kegiatan yang berlangsung pada 25-26 Maret itu dibuka oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, yang diwakili Sekda Keerom, Trisiswanda Indra. Kehadiran Gus Amsori dalam kegiatan ini tentu menjadi warna dan semangat baru bagi peserta yang ikut berkompetisi.

Dalam kesempatan ini, Sekda Keerom, Trisiswanda Indra N, SPT., juga menyerahkan bantuan dana pembinaan dari Pemda Keerom kepada LPTQ distrik. Dimana setiap LPTQ mendapatkan bantuan senilai Rp. 10 juta.

Sekda Keerom, Trisiswanda Indra dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan MTQ ini adalah kegiatan strategis untuk peningkatan kualitas SDM khususnya di bidang spiritual. Karenanya pemerintah Keerom serius untuk mendukung kegiatan yang digelar lembaga-lembaga keagamaan seperti MTQ kali ini.

Dirinya menambahkan untuk mewujudkan visi misi bersama yaitu Keerom bangkit yang inovatif, mandiri, bermartabat dan berkelanjutan maka kerja keras seluruh elemen diperlukan. “Dan keberagaman beragama adalah salah satu anugerah yang patut disyukuri,” katanya.

Sekda Trisiswanda Indra juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan membangun keerom yang lebih baik. Jalin terus persatuan dan kesatuan dan tumbuh suburkan pembinaan mental spiritual.

“Dengan dukungan semua pihak akan dilaksanakan Pesparawi Papua tahun 2024 maka bukan tak mungkin kedepannya MTQ tingkat Papua bahkan nasional bisa dilaksanakan di Keerom,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Keerom, Andi Rahman Nonsy, menyampaikan terimakasih atas dukungan Bupati, Wabup dan Sekda Keerom yang terus memberikan perhatian pada kegiatan keagamaan termasuk MTQ Keerom kali ini yang mengambil tema Melalui MTQ, kita tingkatkan pengamalan nilai-nilai alquran menuju Keerom Bangkit yang inovatif, mandiri, bermartabat dan berkelanjutan.

Applaus untuk Bupati, Wabup dan Sekda yang dengan antusias telah mensupport kegiatan ini. Kami juga berterima kasih atas kehadiran Gus Amsori, semoga keberadaan bapak menambah ceria, menambah semangat dan angin segar bagi kami untuk suksesnya MTQ kali ini,” ujarnya.

Kemudian Gus Amsori menyampaikan dukungan kepada kegiatan tersebut, ia juga mengingatkan sesuai dengan apa yang difirmankan Allah dalam al-quran hendaknya selalu berbuat lurus sesuai garis yang ditentukan Allah SWT.

“Yaitu mengingatkan kita untuk terus senantiasa berbuat baik, yaitu hidup bermasyarakat sebagai umat dan beragama dalam negara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para peserta dan kafilah tidak sebatas berlomba di MTQ tetapi meniatkan hal tersebut sebagai syiar islam dan mengimplementasi nilai islam yang terkandung dalam alquran serta senantiasa mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Keerom ke- IX diikuti sebanyak 117 peserta atau kafilah. Distrik Mannem berhasil memborong sejumlah medali dan menjadi juara umum.

Dari hasil perolehan medali di semua kategori, Distrik Mannem berhasil meraih poin tertinggi dengan 55 poin dan menempati peringkat pertama dengan total 15 medali, 7 Emas, 6 perak dan 2 perunggu. Kemudian disusul distrik Arso Barat pada peringkat kedua dengan 43 poin yakni, 6 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu dengan total 13 medali.

Sedangkan posisi ketiga diraih Distrik Skanto dengan 31 poin dari 4 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu dengan total 9 medali. , Distrik Arso dengan 26 poin berada di posisi 4 dengan jumlah medali 10 terdiri dari 2 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu. Daan terakhir Distrik Senggi 11 poin dengan 7 medali tanpa emas, 2 perak dan 5 perunggu. (eri/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *