April, Perbaikan Jalan Alternatif Diharapkan Sudah Selesai

Pembangunan perbaikan Jalan longsor akibat hujan deras pada awal tahun lalu di belakang tanjakan kolam buaya Entrop, Selasa, (22/3). (Noel/Cepos)

JAYAPURA-Perbaikan ruas jalan alternative, tepatnya di belakang Kolam Buaya Entrop, y ang longsor akibat banjir beberapa waktu lalau, diharapkan bisa segera selesai bulan April mendatang. Pasalnya, seiring dengan kembalinya aktifitas belajar tatap muka di sekolah, ruas jalan Abepura-Entrop sering terjadi kemacetan.

  Awalnya perbaikan jalan ini diharapkan bisa selesai dikerjakan dalam waktu dua bulan. Hanya saja, karena sempat terjadi hujan dan longsor lagi di lokasi perbaikian, membuat perbaikan jalan ini menjai molor, diharapkan April atau awal bulan Ramadan jalan ini sudah selesai.

   Pengawas Proyek perbaikan Jalan alterantif,  Eric Upessy kepada Cenderawasih Pos mengaku bawha sampai saat ini, perbaikan jalan ini masih  dalam penyusunan bronjong yang jumlahnya ribuan.

  “Sementara masih tahap kasih naik Bronjong, kami lakukan sebelah kanan lebih dulu mencegah jangan sampai terjadi longsor susulan dan itu bisa membuat kami kerja dua kali. Karena sebelumnya sempat longsor, sehingga menghambat pekerjaan yang tadinya direncanakan 2 bulan harus molor lagi, target kami sebelum lebaran sudah selesai,” katanya.

  Selain itu, yang dikerjakan adalah boxcalver sehingga disiapkan bersama besi lainnya untuk perkembangan selanjutnya. “Jadi sementara buat mal dan besi sudah siap untuk Boxcalver bronjong akan di pasang 2800 kubik untuk bronjong untuk tinggi  100 meter dan panjang 24 Meter target april sebelum lebaran,” katanya.

  Ia mengingatkan kepada masyarakat yang terus saja melintas dan mengganggu aktifitas pekerjaan di wilayah itu agar menghargai jika ada pemalangan jalan dengan tidak melewati area kerja sampai dengan selesai.

  “Pada saat kita kerja contoh kemarin, kami sudah pulang tapi mereka masih membuka paksa protal baru paksa lewat sampai teman-teman yang bekerja saat mereka duduk di bahu Jalan mereka diklakson-klakson untuk minggir, sehingga mereka harus menggeser peralatan kerja dengan bronjong yang dirancang untuk memberi jalan. Hal ini jelas sangat mengganggu. Untuk itu masyarakat diharapkan untuk   tidak melintas sampai pekerjaan selesai,” katanya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *