Giliran Baya Biru Jadi Sasaran Serangan KKB

Puing-puing bangunan perumahan guru dan perumahan Puskesmas yang dibakar oleh KKB pimpinan Undius Kogoya pekan kemarin. Polisi hingga kini masih berjaga – jaga sambil menunggu penebalan pasukan. (Humas Polda Papua For Cepos)

JAYAPURA-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  kembali berulah. Setelah Intan Jaya berbulan  bulan dibuat ramai, kini giliran wilayah Paniai yang “dibunyikan”.

Tak hanya melakukan penembakan, kelompok ini juga disebut melakukan pembakaran dan penyerangan terhadap warga.   Tercatat ada 11 rumah yang dibakar termasuk bangunan perumahan Puskesmas  dan perumahan guru.

Kelompok yang berulah ini menurut laporan Polda Papua dipimpin oleh Undius Kogoya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyebutkanapa yang dilakukan kelompok ini sangat tidak manusiawi.

Sebelumnya, kelompok tersebut melakukan penembakan terhadap personel Polri dan pembakaran rumah warga di Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, Papua pada Sabtu (19/3).

Menurut Kabid Humas AM Kamal, awalnya sekira pukul 15.30 WIT ada empat anggota Pos Polisi Ndeotadi 99 melaksanakan kegiatan patroli dengan rute lokasi 99, lokasi 45 dan lokasi 81. “Ketika anggota patroli hendak kembali menuju ke lokasi 99, tepatnya di tanjakan lokasi 81, Bripda Zulkarnaen Sommeng yang menempati posisi duduk paling depan mendapat gangguan tembakan dari arah depan dan untungnya ini tidak mengenai Bripda Zulkarnaen Sommeng,” ungkap AM Kamal, Minggu (20/3).

Lebih lanjut, AM Kamal menjelaskan atas kejadian tersebut Bripda Zulkarnaen Sommeng langsung melompat ke jurang di sebelah kanan (dari arah lokasi 81) dan  kembali menuju ke lokasi 81 bersama 3 personel lainnya.

Dikatakan, ketika mendapat gangguan tembakan Bripda Zulkarnaen Sommeng sempat melihat ada dua orang masyarakat keluar dari semak-semak.

“Melihat adanya gangguan tembakan dari arah depan, tiga  personel yang berada di belakang Bripda Zulkarnaen Sommeng, langsung membalas tembakan ke arah depan. Selanjutnya keempat personel Pos Pol 99 kembali ke 81 dan berlindung di salah satu kamp masyarakat,” cerita Kamal.

Setelah sempat bertahan dan berlindung di lokasi 81, kembali empat personel menuju ke lokasi 99 dan pukul 20.30 WIT, empat personel yang mendapat gangguan tembakan oleh KKB akhirnya tiba di Pos Pol 99.

“Dari laporan, diketahui bahwa di lokasi 45 terjadi pembakaran dan bunyi tembakan. Titik api berada di dua tempat,” beber AM Kamal.

Kamal menyebutkan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun dari informasi bahwa di lokasi 81 sebanyak 11 unit rumah atau kamp warga dan di lokasi 45, sebanyak 4 unit rumah termasuk bangunan perumaham Puskesmas dan perumahan Guru dibakar.

“Saat ini personel Polres Paniai telah menuju ke lokasi 99 guna penebalan personel, dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas pasca aksi penembakan dan pembakaran rumah warga, sedang ditangani Reskrim Polres Pania. Kami beryukur karena tak ada korban jiwa, namun kami masih tetap mengantisipasi situasi yang terus berkembang,” tutupnya.

Secara terpisah, Kapolres Paniai, Kompol Abdus Syukur saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan penyerangan tersebut. “Iya benar ada penyerangan tapi  nanti kami sampaikan jika sudah ada laporan pasti, supaya tidak simpang siur,” kata Kapolres Abdus Syukur kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (20/3).

Kapolres Abdus Syukur juga membenarkan adanya kamp dibakar, namun ia membantah jika ada gereja dibakar. Pihaknya akan memastikan terlebih dahulu di lokasi agar informasi yang beredar tidak simpang siur. “Kondisi Paniai terutama di lokasi pendulangan kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Panglima Tertinggi TPN-OPM Demianus Magai Yogi menyampaikan pelaku penyerangan di lokasi tambang tersebut merupakan pasukan dari Egianus Kogoya yakni Lewis Kogoya.

Menurut Demianus, lokasi kejadian masuk dalam wilayah pertahanannya. Namun bukan anak buahnya yang melakukan penyerangan.

“Yang melakukan penyerangan bukan dari pasukan kami, yang melakukan penyerangan adalah mereka dari Nduga tujuannya mau ke Intan Jaya. Hanya saja, kelompok ini melewati lokasi pendulangan tersebut,” terang Demianus kepada Cenderawasih Pos.

Lanjutnya, kelompok ini juga sebelumnya sempat membeli rokok dari lokasi Amano dan turun ke 99. Sekira pukul empat sore terjadi kontak senjata dengan Polisi di lokasi pendulangan.

“Polisi buang peluru, mereka (KKB-red) juga buang peluru. Tidak ada korban jiwa saat kontak tembak itu,” kata Demianus. (ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *