Cegah Stunting dengan Sajian Makanan yang Menarik

Wakil Wali Kota Jayapura Dr Ir H Rustan Saru, MM bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mencicipi hidangan dalam lomba makanan untuk Balita, di GOR Cenderawasih Rabu (16/3). (Ayu/cepos)

JAYAPURA – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui posyandu, TP PKK Kota Jayapura bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura mengadakan Jambore Kader Posyandu di GOR Cenderawasih pada Rabu (16/3).
“Pada intinya kegiatan kali ini selain untuk mengupdate pengetahuan juga untuk merefresh kader kita. ini kan sudah kerja berat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari
Menurutnya yang terpenting adalah misi dalam menyampaikan ilmu untuk ibu dan anak. “Seperti tadi yang kita sampaikan salah satunya bagaimana menghidangkan makanan untuk mengatasi kasus stunting terutama untuk bayi dan balita,” ujarnya.
Kreatifitas kepada makanan dinilai dapat mendorong rasa penasaran dan minat anak terhadap makanannya, namun dengan tetap memperhatikan kandungan gizi yang ada. “Dengan menghadirkan makanan yang bentuknya lucu, warnanya menarik dengan kandungan gizi yang terjaga,”ujarnya.
Dikatakan pihaknya, peran posyandu sangat penting besar bagi kesehatan ibu dan anak, serta tumbuhkembang anak. “Karena posyandu lah yang benar-benar memiliki datanya sehingga pengawasan kepada ibu dan anak lebih intensif. Kita bersyukur pemerintah punya perhatian terhadap kasus stunting,” ujarnya.
Diketahui survey terakhir dari status gizi Indonesia, Kota Jayapura berada pada 10,5%. Dari sebelumnya pada bulan Juli 22,9%. “Kita berharap supaya ini bisa lebih ditekan lagi paling tidak lebih dibawah target nasional,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Jayapura, Dr Ir. H Rustan Saru, MM berpesan agar kegiatan kali ini bisa lebih dikembangkan lagi kedepannya. “Makanan yang bervariasi tadi sangat menarik dan ada kandungan gizi yang dibutuhkan ibu hamil dan balita, sehingga kedepannya mungkin bisa dihadirkan saat posyandu dan diperjualbelikan, atau paling tidak lakukan sosialisasi dengan membagikan resepnya. Biar ibu-ibu di rumah bisa membuatnya sendiri,” ujarnya. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *