Pelayanan RSUD Tiom Telah Berjalan Normal 

RSUD Tiom yang telah pelayanannya sudah kembali normal, Rabu (16/3). (Humas)

 

Masyarakat Dapat Dilayani Dengan Baik

 

TIOM- Dirut RSUD Tiom, dr. Nataniel Imanuel Hadi memastikan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya kini telah berjalan dengan baik dan sama sekali tidak ada penutupan pelayanan kesehatan.

 

Mengenai adanya spanduk di pintu masuk RSUD Tiom pada Senin 14 Maret 2022 yang bertuliskan pelayanan RSUD Tiom tutup sementara, Direktur RS menerangkan bahwa hal tersebut terjadi hanya karena adanya miskomunikasi tentang pembayaran honor  tenaga kesehatan Covid-19 yang mana sebenarnya telah di bayarkan pada 10 Februari lalu.

 

“Adanya aksi mogok kerja dikarenakan mereka menuntut haknya dibayarkan oleh pihak Manajemen. Namun sebenarnya honor tenaga medis dan non tenaga medis yang bertugas dalam pelayanan Covid-19 pada tahun 2021 telah dibayarkan oleh bendahara Satgas Covid-19 Kabupaten Lanny Jaya dan dilakukan pada 10 Februari 2022 bertempat di Aula Kantor RSUD Tiom. Jadi saya tegaskan bahwa pembayaran honor sebenarnya sudah dilakukan sebulan sebelumnya dengan ketentuan yang dibayar itu adalah mereka yang benar-benar berhak menerima honor pelayanan Covid yakni nakes dan non nakes yang melakukan kontak langsung terhadap pasien dan mereka yang menyediakan pelayanan penunjang bagi pasien Covid,” Ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/3)

 

Setelah dilakukan pembayaran tersebut, muncul permintaan dari nakes dan non nakes agar semuanya bisa mendapatkan honor pelayanan Covid-19 baik mereka yang kontak langsung dengan pasien maupun yang tidak kontak langsung dengan pasien Covid-19 dengan alasan bahwa dalam Pelayanan Kesehatan di RS, semua petugas RSUD memiliki resiko tertular Covid-19 dan terbukti ada cukup banyak Petugas RS ikut tertular Covid hingga dirawat di ruang Isolasi pada tahun 2021.

 

“Dalam berbagai pertemuan kami dari manajemen RS berusaha menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan, kami hanya dapat memberikan honor kepada mereka yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan petugas penunjang pelayanan, merekalah yang berhak menerima, dan berjalannya waktu ada pertemuan bersama seluruh staf pada 11 Maret yang juga langsung dihadiri oleh Bapak Sekda Lanny Jaya dan telah mengakomodir harapan para petugas RS,  Beliau mengintruksikan agar pelayanan kesehatan di RS harus berjalan seperti sediakala dan tidak boleh ada aksi mogok kerja dalam pelayanan kesehatan karena kepentingan masyarakatlah yang harus diutamakan” tambahnya.

 

RSUD Tiom selalu berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Pada tanggal 14 Maret beberapa staf melalukan aksi menutup gerbang dan menulis di spanduk, namun sebenarnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilayani karena mereka semua terikat dengan sumpah dan janji mereka untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

Pada tanggal 15 Maret 2022, Direktur RSUD Tiom dan Kadinkes Lanny Jaya melakukan pertemuan dengan seluruh petugas kesehatan dan sepakat membuka pelayanan seperti sediakala serta berkomitmen secara bersama untuk melakukan pelayanan yang lebih baik kemudian berjanji untuk tidak ada lagi aksi mogok kerja semata-mata demi kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

 

Manajemen RSUD Tiom berharap pelayanan kesehatan harus tetap berjalan dengan baik tanpa gangguan dengan alasan apapun demi kepentingan masyarakat.

 

Menurut Direktur RSUD Tiom, Masyarakat Lanny Jaya sebenarnya memiliki program Lanny Jaya Sehat yang memberikan pelayanan kesehatan rujukan gratis ke seluruh fasilitas kesehatan terbaik mulai dari RS Dian Harapan dan RS Provita di Kota Jayapura, hingga RS swasta terbaik di Indonesia yaitu Siloam Hospital, bahkan pasien dari Lanny Jaya dapat dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto yang merupakan RS Kepresidenan RI yang mana semua fasilitas tersebut ditanggung oleh Program Lanny Jaya Sehat khusus untuk masyarakat Lanny Jaya mulai dari biaya Transportasi, Akomodasi Pendamping Keluarga hingga seluruh biaya Pengobatan.

 

“Semua pelayanan kesehatan rujukan terbaik yang saya sebut di atas tentunya harus dimulai dengan pelayanan kesehatan yang baik juga di RSUD Tiom, karena RSUD Tiom adalah Fasilitas Kesehatan Utama yang akan menjadi Barometer kesuksesan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lanny Jaya.

 

Kami bersyukur setelah pertemuan ini, kami semua berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya dan saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada  semua petugas kesehatan di RSUD Tiom yang telah bertugas dengan baik selama ini,” tambahnya.

 

Selain itu RSUD Tiom juga mengapresiasi Bapak Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom yang memberikan tambahan insentif sebesar Rp 1 M kepada seluruh staf RSUD Tiom yang telah memberikan pelayanan dengan baik selama pandemi Covid-19. Maka total apresiasi kepada seluruh nakes dan non nakes yang telah melayani selama pandemi menjadi kurang lebih Rp 2 Milyar.

 

“Kami beruntung memiliki Pemda yang sangat peduli dengan pelayanan kesehatan termasuk didalamnya tenaga kesehatan dan Bapak Bupati sudah merespon aspirasi rekan-rekan dan itu sangat luar biasa, kami juga tak lupa berterima kasih kepada Bapak Sekretaris Daerah, Ibu Kadinkes yang telah memberikan dukungan kepada seluruh petugas RSUD Tiom untuk bisa melayani masyarakat lebih baik lagi.

 

Saya tegaskan kini semua pelayanan telah berjalan dengan baik seperti sediakala dimulai dari Pelayanan Emergency di IGD, pelayanan Poliklinik Spesialis, Rawat Inap, Kebidanan dan pelayanan Kesehatan Penunjang lainnya.” Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *