Dengar aspirasi Masyarakat, Bupati Kunjungi Distrik Usilimo

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si, saat melakukan panen ikan di Distrik Usilimo dalam kunjungan kerjanya untuk mendengar aspirasi Masyarakat, Senin, (14/3). (Denny/ Cepos)

WAMENA–Guna mendengar langsung aspirasi dari masyarakat, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si, turun langsung ke distrik dan kampung. Kali ini giliran Distrik Usilimo yang dikunjungi oleh orang nomor 1 di Kabupaten Jayawijaya itu.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, kunjungan kerjanya ke Distrik Usilimo untuk mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah lewat Musrenbang tingkat distrik, seperti masyarakat mengusulkan adanya salah satu Puskesmas di wilayah itu.

“Pembangunan Puskesmas di Distrik Usilimo ini akan diprioritaskan oleh pemerintah pada 2023 mendatang,”ungkapnya dalam kunjungan kerjanya ke Distrik Usilimo, Senin (14/3) kemarin.

Bupati mengakui, aspirasi lainnya terkait layanan pendidikan dan kesehatan, khusus untuk pendidikan, ada kebutuhan seperti komputer yang sudah langsung direspon pemerintah untuk memberikan bantuan 10 unit komputer.

“ Kita tahu saat ini kebanyakan pembelajaran menggunakan sistem online, sehingga pemerintah bisa dengan cepat membantu perangkat komputer untuk menunjang  pembelajaran di tingkat SMP yang ada di Distrik Usilimo,”jelasnya.

Dalam kunjungan kerja ini, kata Bupati, juga diikuti oleh beberapa kepala OPD sehingga aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat bisa juga didengar langsung oleh kepala OPD, artinya yang sangat dibutuhkan masyarakat harus diusulkan dalam Musrenbang untuk program kerja Tahun 2023 nanti.

“ Kita dengar dan melihat apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari masyarakat, kalau memang itu sifatnya urgensi maka akan diprioritaskan untuk program tahun anggaran berikutnya,”katanya.

Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat agar apa yang diusulkan dalam program tingkat distrik itu harus sesuai kepentingan masyarakat, jangan mengusulkan program yang hanya bisa dinikmasti golongan atau kelompok tertentu saja, haruis yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.

“Masyarakat di distrik dan kampung juga harus paham kalau anggaran pemerintah terbatas, sehingga program yang diusulkan itu harus benar -benar berguna bagi seluruh masyarakat yang ada di sana, bukan kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja,”tutupnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *