Penyebaran Covid -19 di Jayawijaya Mulai Menurun

Vaksinasi yang dilakukan kepada warga di Polres Jayawijaya, pekan kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA–Penyebaran Covid-19 di Jayawijaya saat ini mulai menurun. Rata -rata pasien yang dalam perawatan sebagian besar tidak bergejala, sehingga hanya diberikan terapi dan perawatan selama melakukan isolasi mandiri, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan.
Dari data tim Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya yang dihimpun Cenderawasih Pos, penurunan jumlah pasien Covid -19 mulai sejak awal Maret ini, dari angka sebelumnya 259 pasien, pada 5 Maret ada 36 pasien yang dinyatakan sembuh, meskipun ada tambahan 19 pasien baru, namun jumlah pasien yang sembuh jauh lebih besar dibandingkan yang terpapar.
Sedangkan 6 Maret, ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh, namun ada 29 pasien baru, untuk 7 Maret, 5 orang yang ditemukan terpapar, sedangkan yang sembuh 4 pasien, pada 8 Maret, ada 11 pasien yang sembuh dan ada 8 orang pasien baru.
Dari 220 pasien yang dirawat pada 9 Maret, ada 22 pasien yang dinyatakan sembuh, sedangkan 3 orang yang dinyatakan positif, kemudian 11 Maret, jumlah pasien Covid -19 mencapai 183, sebab ada 5 orang pasien lagi yang sembuh dan 3 orang terpapar, terakhir 12 Maret, 12 orang yang sembuh dan 1 orang positif. Hingga saat ini, jumlah pasien yang menjalani perawatan sebanyak 172 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy. E, Mambieuw, SpB menyatakan, penanganan pasien Covid -19 di Jayawijaya sedang dalam tren positif, dimana saat ini hanya 172 pasien yang masih dirawat, dirinya berharap tren seperti ini terus berlanjut hingga Covid -19 di Jayawijaya menurun.
“Kita patut bersyukur karena tren positif dari penurunan pasien Covid -19 di Jayawijaya terus berlanjut, kita harapkan tren ini terus terjadi hingga penyebaran Covid -19 di Jayawijaya kembali zero seperti yang terjadi di Desember lalu hingga Januari tahun ini,”jelasnya.
Ia mengimbau kepada warga yang belum divaksin untuk mengikuti vaksinasi , sebab dengan vaksinasi dapat melindungi diri dari Covid -19, artinya meskipun bisa terpapar, namun tidak menimbulkan gejala berat bahkan kematian, terbukti dari Januari hingga saat ini, tak ada pasien Covid -19 yang meninggal dunia.
“Dalam perawatan pasien Covid -19 sejak awal tahun lalu sampai dengan saat ini tidak ada pasien yang meninggal dunia, jumlah pasien yang meninggal dunia mencapai 37 orang sejak Covid -19 masuk ke Wamena,”tutupnya. (jo/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *