Bupati Terpilih Nahor Nekwek Janji Lakukan Pemulihan

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Yalimo, Nahor Nekwek (topi putih) dan Jhon W. Wilil, saat dijemput warga di Bandara Sentani, Sabtu (12/3).  (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pasangan  calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Nahor Nekwek dan Jhon W Wilil telah ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Yalimo, setelah sebelumnya sempat digugat ditingkat MK oleh calon bupati dan wakil bupati nomor urut 02, Lakius Peyon dan Nahum Mabel.
Pada penghitungan hasil pemilihan suara ulang (PSU) Yalimo kedua yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 26 Januari 2022 lalu, pasangan  Nahor Nekwek dan Jhon  Wilil unggul dengan perolehan suara sebanyak 48.504 suara.
Ditemui wartawan di Bandara Sentani, Sabtu (12/3), pagi, Nahor Nekwek mengatakan, tidak memberikan janji yang muluk-muluk untuk Yalimo, selama masa pemerintahannya. Namun pihaknya berkomitmen untuk menciptakan kedamaian di Kabupaten Yalimo.
“Kami juga sudah diberikan suara terbanyak oleh masyarakat. Kami tidak memberikan janji yang muluk-muluk tetapi melihat Yalimo yang hancur begitu, kita kembalikan,” kata Nahor Nekwek yang didampingi wakilnya Jhon  Wilil.
Dia mengatakan perhelatan pesta demokrasi, pemilihan bupati dan wakil bupati Yalimo yang sudah berlangsung itu, sejauh ini telah memberikan dampak besar bagi masyarakat.  Tidak saja infrastruktur tetapi juga mental masyarakat juga ikut terpengaruh.
“Rakyat sekarang karakter mereka sudah hancur, mereka semua hidup tidak aman.  Sehingga kami hadir untuk sama-sama melihat Yalimo ke depan.  Itu saja dulu yang lain-lain kita ada dalam pemerintahan transisi,” ujarnya.
Salah satu yang akan dilakukan pihaknya untuk pemulihan Kabupaten Yalimo adalah dengan mengundang para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat untuk berbicara dari hati ke hati menyelesaikan segala persoalan yang ada di wilayah itu.   “Karena kami dipilih oleh rakyat maka kami harus berjuang untuk rakyat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mengajak pihak-pihak yang sebelumnya merupakan lawan politiknya agar bergandengan tangan membangun Yalimo ke depan.  Karena menurutnya politik itu hanya hajatan sesaat sehingga dia berharap siapapun lawan politiknya harus dengan besar hati menerima apapun kenyataan saat ini.
“Saya pikir politik sudah selesai, karena mereka orang Yalimo, datang kita sama sama membangun,” tambahnya. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *