Warga Nusantara Perlu Aktif Berkontribusi

Ir H Rustan Saru. ((Ayu/Cepos))

JAYAPURA-Wakil  Wali Kota Jayapura, Dr Ir H Rustan Saru MM menyatakan bahwa dari HUT ke 112 Kota Jayapura pada 7 Maret kemarin, ada hal yang patut diperhatikan, khususnya bagi warga nusantara atau  masyarakat dari luar Papua.

    Dengan kota yang majemuk dan masyarakat yang heterogen, Jayapura masih menjadi satu daerah tujuan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Setiap tahun masyarakat dari luar Papua datang berbondong – bondong ke Jayapura untuk berusaha meningkatkan taraf kesejahteraan.

    Nah dengan kondisi kota yang tidak besar, seluruh warga diberi keleluasaan untuk bisa bekerja dan beraktifitas  sebebas – bebasnya. Namun dari HUT Kota ini paling tidak warga khususnya dari nusantara juga berpikir apa yang bisa diberikan untuk kemajuan dan pembangunan Kota Jayapura.

   “Cukup dengan mematuhi apa yang menjadi aturan di kota ini itu sudah baik. Apalagi terlibat di dalamnya,” kata Rustan Saru menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos  di Abepura, pekan kemarin.

   Saat ini Jayapura memiliki sejumlah aturan yang telah ditetapkan, mulai dari regulasi soal lingkungan, soal pandemic covid termasuk tentang lokasi pembangunan.

“Ada titik-titik yang tidak harus dibangun karena sudah dipetakan semisal daerah resapan maupun daerah pinggiran kali atau sungai. Ini harus dipatuhi, bukannya justru dilanggar. Saya pikir ini cara untuk ikut mendukung program pemerintah tanpa harus mengeluarkan uang, tidak dengan membayar,” jelasnya.

   Pemerintah Kota Jayapura kata Rustan memberi ruang dan kesempatan kepada siapa saja untuk bekerja dan berusaha sehingga aturan-aturan yang dikeluarkan wajib dipatuhi.

Ia menyebut ada berbagai kegiatan yang menjadi aktifitas harian semisal kegiatan  ekonomi, social, politik dan budaya namun diakui kebanyakan  warga dari  luar Papua ini lebih focus menjalankan roda  ekonomi. Ia menyebut dari aktifitas ekonomi ini secara tidak langsung ada kontribusi terhadap daerah lewat pendapatan daerah  dan jumlahnya juga juga tidak sedikit.    

   “Rumah makan, café, hotel dan restoran termasuk jasa memberi kontribusi yang cukup menjanjikan, sebab hampir 50 persen PAD berasal dari ini. Dari Rp 245 miliar hampir Rp 170 miliar dari jasa. Lalu kedua dari pajak berupa BPHTP, PBB dan PJU yang hampir 30 persen sehingga kami berharap masyarakat tetap berperan aktif mendukung pemerintah sebab itu kata kunci. Aktif mendukung,” tegasnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *