Razia di Depan Uncen, 18 Terjaring 2 Kendaraan Punya LP

Seorang pengendara saat mendatangi Kantor Polsek Abepura untuk mengambil kendaraannya usai terjaring razia, Senin (7/3). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura Kota dan Unit Lantas Polsek Abepura  razia di depan Auditorium Uncen, Razia yang dilakukan selama 3 jam itu untuk mengantisipasi rencana unjuk rasa penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang bakal dilakukan, Selasa (8/3) hari ini.

   Dari Razia yang dilakukan, anggota di lapangan berhasil mengamankan 18 Unit kendaraan roda dua. Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota Kompol Pilllomina Ida Waymramra menyampaikan, dari 18 unit kendaraan yang diamankan. Dua unit kendaraan memiliki Laporan Polisi (LP) atau kasus Curanmor.

  “Dua unit kendaraan tersebut masing-masing punya LP di Polsek Abepura dan Polres Jayapura,” ucap Kasat Lantas kepada Cenderawasih Pos.

  Lanjut Kasat Lantas, untuk 16 unit kendaraan lainnya telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah pemilik kendaraan menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan mereka kepada petugas.

  “Kami mengamankan kendaraan tersebut, lantaran si pengendara rata-rata yang terjaring razia tidak menggunakan helm, menggunakan knalpot racing dan berboncengan lebih dari dua orang,” kata Kasat Lantas.

  Dijelaskannya, razia kendaraan tersebut selain mengecek kelengkapan surat surat kendaraan dan penggunaan helm serta knalpot racing juga tentan benda tajam. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

  Kasat Lantas mengimbau para pengendara di jalan raya untuk tertib berlalulintas, patuhi semua tata tertib lalulintas, menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot racing dan tidak berboncengan lebih dari dua orang di atas motor.

  “Yang terpenting jangan main Hp saat berkendaraan, apalagi dalam pengaruh minuman keras, hal ini untuk menghindari kecelakaan di jalan raya,” tegasnya.

   Dikatakan Kasat, giat razia sekaligus dalam rangka Ops Keselamatan Cartenz tahun 2022 yang sedang dilakukan Satuan Lalulintas saat ini. Terdapat 7 sasaran khusus yang menjadi prioritas selama operasi tersebut, yakni menggunakan Hp saat berkendaraan, berboncengan lebih dari 1 orang, berkendaraan dalam pengaruh alkohol, pengendara masih di bawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang melawan arus hingga pengemudi yang tidak safety.

  “Operasi keselamatan untuk menciptakan kondisi Kamseltibcar Lantas menjelang hari raya Idul Fitri selama 14 hari hingga 14 Maret mendatang,” pungkasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *