Pasar Kelapa Dua Entrop Tak Kunjung Ramai

Tampak los cakar bongkar yang ada di Pasar Kelapa Dua Entrop yang kelihatan sepi, Senin (7/3). (Priyadi/Cepos)

-Pedagang Mengeluh

JAYAPURA-Pedagang di Pasar Kelapa Dua Entrop mengeluh akibat pemasukan semakin menurun karena jumlah banyak kios pedagang yang masih tutup. Dan hal ini mempengaruhi pengunjung malas datang ke pasar.

Helena penjual baju cakar bongkar (Cabo) di Pasar Kelapa Dua Entrop mengakui, pengunjung di pasar sepi akibat pedagang yang memiliki kios atau tempat jualan banyak yang tidak jualan. Ia juga bingung kenapa pasar yang bagus seperti ini justru tidak bisa ramai padahal letaknya strategis.

Helena juga mengeluh di dalam pasar banyak binatang peliharaan seperti ayam yang berkeliaran sehingga banyak kotoran ayam di tempat ia jualan.

“Selain pasar sepi banyak kotoran ayam yang masuk di los jualan saya, tidak tahu kenapa ada orang yang peliharan ayam di dalam pasar,”ungkapnya, Senin (7/3)kemarin.

Menurut Helena, Pasar Kelapa Dua Entrop dijadikan tempat pusat penjualan Cabo di Kota Jayapura, tapi kenyataanya sampai saat ini pedagang Cabo justru banyak yang tutup tidak berjualan tentu ini sangat disayangkan.

Helena berharap, semua pedagang di Pasar Kelapa Dua Entrop bisa berjualan karena jika dibiarkan tempat jualannya kosong tentu pengunjung tidak datang dan pemerintah harus tegas jangan biarkan pasar sepi seperti begini.

Hal senada juga dikatakan Edi penjual sayur di Pasar Kelapa Dua Entrop, ia mengaku dari awal sampai saat ini memang pasar itu selalu sepi pengunjung dan banyak pemilik kios di dalam pasar tidak mau berjualan membuka tempat usahanya sehingga ini harus bisa di tertibkan supaya pasar tidak seperti ini.

Apalagi pasar kelapa dua entrop, sejatinya bisa tetap ramai karena berada di tengah-tengah pemukiman warga di Entrop.

Edi berharap, pedagang bisa bersatu untuk semua bisa berjualan sehingga pasar bisa kembali ramai dan pengunjung juga banyak yang datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari di Pasar Kelapa Dua entrop.(dil/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *