Satu Ton Lebih Sampah yang Berhasil Terkumpul

Anggota Pramuka Saka Wana Bhakti terlihat membantu rekannya yang kelelahan saat ikut dalam gerebek sampah di belakang Pasar Youtefa, Abepura, Sabtu (5/3). Kepedulian warga terhadap lingkungan di kawasan ini masih sangat rendah. (Gamel for Cepos)

JAYAPURA-Hasil gerebek sampah yang dilakukan sejumlah komunitas dan paguyuban di Jayapura dengan lokasi di belakang Pasar Youtefa, Abepura berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 1.148 Kg atau satu ton lebih.

   Jumlah ini sejatinya bisa lebih banyak jika saja plastik sampah atau trashbag yang disiapkan panitia mencukupi. Namun paling tidak gerakan yang diinisiasi oleh Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ) ini bisa menunjukkan ke publik bahwa ada belum ada kepedulian di masyarakat.

   Kesadaran warga untuk menjaga lingkungannya dengan meletakkan sampah pada tempatnya masih sangat rendah. Selain itu partisipasi warga untuk terlibat khususnya di lokasi belakang pasar yang sempat terjadi kebakaran ini juga rendah. Sebagian  besar warga yang terlibat justru yang bukan tinggal di sekitar lokasi.

   Sebelumnya Wakil Wali Kota Jayapura, Ir Rustan Saru MM mengakui bahwa masih banyak RT/RT  yang pasif menjalankan visi misi pemerintah kota, khususnya dalam hal kebersihan. Banyak RT/RW yang tak mau peduli dengan kondisi lingkungannya dan nanti ketika terjadi bencana atau musibah barulah satu persatu muncul berdiri paling depan.

   “Tapi saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan LKKJ karena masih mau mendukung program pemerintah dan saya  melihat banyak sekali komunitas serta paguyuban dan ormas yang ambil bagian, hampir 200 orang dan itu sangat baik,” jelas Rustan Saru saat membuka kegiatan gerebek sampah kedua di GOR Wiguna, Kali Acay, Abepura, Sabtu (5/3).

  Ia meminta agar kegiatan ini terus berlanjut dan Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) harus ambil bagian mendukung apa yang dilakukan kelompok peduli ini. Beberapa sekolah di Abepura termasuk pramuka Saka Wana Bhakti juga ikut ambil bagian dan Rustan Saru meminta ke depan sekolah – sekolah harus ikut peduli dengan mengirimkan siswanya untuk terlibat.

   “Semakin banyak, saya pikir ini bisa lebih baik dan akan memudahkan,” tambahnya.  Pihak PDAM, Distrik Abepura termasuk Bank Sampah Jayapura juga terlihat memfasilitasi apa yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut.

  “Mungkin ini yang pertama dengan jumlah sampah 1 ton lebih.  Dan kami pastikan bahwa kegiatan grebek sampah akan tetap berlanjut,” kata Irfan Sandi, koordinator LKKJ. (ade/tri)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *