Lakukan Sidak, Tidak Ada Nakes Mogok Pelayanan

Caption : Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP didampingi oleh Sekda Keerom, Trisiswanda Indra, S.PT., saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Kwaingga Keerom, Rabu (2/2). (Erik / Cepos)

Pelayanan Kesehatan RSUD Kwaingga Berjalan Normal

KEEROM – Masyarakat Kabupaten Keerom kembali dibuat resah dengan adanya sebaran yang menyebutkan bahwa tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kwaingga melakukan mogok pelayanan akibat hak-hak yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Keerom.

Tidak ingin membuat warganya panik, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, didampingi oleh Sekda Keerom, Trisiswanda Indra, S.PT., bersama jajaran Dinas Kesehatan Keerom langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Kwaingga Keerom, Rabu (2/2).

Dalam sidak, Bupati Piter Gusbager meninjau seluruh ruangan dan pelayanan yang ada di RS daerah tersebut. Orang nomor satu Keerom itu ingin memastikan selebaran (berita) yang membuat masyarakat Keerom risau.

Namun dalam kunjungannya, Bupati Piter Gusbager tidak menemukan adanya tenaga kesehatan yang melakukan mogok pelayanan. Ia pun menyayangkan oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk membuat kegaduhan, sebab yang ditemui, bukan soal adanya mogok pelayanan, namun karena banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 sehingga membuat pelayanan kurang optimal.

“Hari ini saya datang di RSUD Kwaingga untuk melakukan infeksi terkait informasi yang beredar bahwa Nakes melakukan mogok kerja akibat hak mereka tidak dibayarkan dan ternyata informasi yang beredar itu masuk kategori hoax, atau informasi yang provokatif,” ungkap Bupati Piter Gusbager kepada Cenderawasih Pos disela-sela Sidak.

Bupati memastikan, bahwa pelayanan di RSUD Kwaingga kini berjalan normal. Ia kembali menegaskan bahwa kabar adanya Nakes yang melakukan mogok kerja karena hak mereka tidak terbayarkan adalah hoax.

“Tidak benar adanya informasi bahwa pemerintah mengabaikan hak-hak mereka, jadi kalau ada informasi yang beredar di medsos atau perbincangan di luar sana saya tegaskan itu adalah oknum. Manajemen dan seluruh kegiatan di RS normal, masyarakat silahkan datang, baik persedian obat, ketersediaan tenaga dokter dan fasilitas lain tersedia dan siap melayani masyarakat,” ujar Bupati Piter Gusbager.

“Memang dengan adanya pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, beberapa dokter terinfeksi virus Covid-19 sehingga mengakibatkan terganggunya pelayanan, bukan karena mogok pelayanan. Kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi, dan itu yang sekarang kita lakukan, tidak hanya RS, Puskesmas di seluruh Keerom kita sedang benahi,” sambung Bupati Piter Gusbager.

Bupati Piter Gusbager juga menegaskan, bahwa pemerintah Keerom akan tegas memberikan sanksi bagi tenaga kesehatan, baik ASN dan tenaga kontrak yang tidak menjalankan pelayanan dengan baik kepada masyarakat.

“Dan jika ada ASN Keerom, termasuk tenaga kontrak yang kita bayarkan kemudian melakukan tindakan ataupun tidak melakukan tindakan yang mengganggu atau membuat menderita orang yang harus dilayani, kita akan tindak sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 94 tahun 2021. Ada larangan dan ada sanksi dan kita tidak segan-segan,” tegas Bupati Piter Gusbager.

“Sehingga saya sampaikan kepada Nakes ada beberapa hal yang dipedomani termasuk hal-hal sederhana bagaimana melakukan pelayanan kepada masyarakat, Pemda Keerom sangat serius untuk mendukung kesejahteraan para Nakes di seluruh Keerom. Pelayanan obat harus dilancarkan, kita juga akan siapkan 4 ambulance lagi yang kita sebar, termasuk akan diberikan kepada pihak RS,  dan kita ingin RS Kwaingga harus menjadi kebanggaan Keerom,” pungkas Bupati Piter Gusbager.

Sementara itu, Direktur RS Kwaingga, dr. B. Ekasoeci M, M.Kes., juga menegaskan bahwa tidak ada aksi mogok yang dilakukan oleh para Nakes RS Kwaingga seperti yang beredar di masyarakat. Ia mengaku bahwa adanya beberapa dokter dan nakes yang terpapar Covid-19 membuat pelayanan kurang optimal.

“Bahasa mogok, izin saya luruskan, tidak optimalnya pelayanan di UGD. Dan terus terang saya juga beckup pelayanan. Kalau tutup, tidak. Kalau ada pasien darurat kami tangani. Pelayanan tidak optimal karena banyak nakes terpapar Covid-19. Kalau tidak gawat darurat kami sarankan berobat ke Puskesmas. Ada oknum yang memang sangat mengganggu,” tegas dr Eka.

“Terkait insentif Covid-19, saya sudah jelaskan bahwa ada berkas yang perlu dilengkapi dari verifikator Dinkes dan juga hasil verifikasi Dinkes. Dan dua kekurangan dokumen yang harus dilengkapi saya sudah serahkan dan dibilangnya sedang proses,” ujar dr Eka.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Piter Gusbager yang sudah melakukan Sidak untuk memastikan pelayanan di RS Kwaingga. Ia juga menyebutkan, bahwa pelayanan kembali berjalan normal sejak 1 Maret lalu.

“Sesuai arahan dari Bapak Bupati, terkait ketidak ramahan para Nakes dalam pelayanan pasien. Ini tugas utama kami untuk membuat SOP, akan ada standar dalam pelayanan pasien terutama memberikan senyum,” jelas dr Eka.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Helena Burdam mengaku bahwa ada beberapa hal-hal penting yang akan mereka segera benahi ke depan, terutama pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya baru 7 hari bertugas di Kabupaten Keerom diberikan tanggung jawab untuk memimpin Dinas Kesehatan, seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Bupati, bahwa memang ada hal-hal penting yang harus kita lakukan dalam beberapa hari kedepan. Pertama pembenahan di rumah sakit terkait pelayanan karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan,” jelas dr Helena.

“Kemudian ketersediaan obat, dan berikut bagaimana tenaga kesehatan yang ada disini (RS Kwaingga) mampu memberikan pelayanan yang optimal, dalam artian bahwa pesan dari bapak bupati adalah pertama terima pasien itu harus ramah dan pesan ini akan kami perhatikan dan secepatnya kami akan terapkan kepada tenaga kesehatan,” tutup dr Helena. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *