Di Wamena, Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Karton Dipinggir Jalan

Petugas Medis di RSUD Wamena saat mengambil tindakan medis untuk menyelamatkan bayi yang ditemukan dipinggirkan jalan, namun nyawanya tak bisa diselamatkan lagi. (Dok polres Jayawijaya)

Meski Sempat Mendapat Perawatan, Namun Nyawa Bayi tak Bisa Diselamatkan

WAMENA- Sosok bayi berjenis kelamin laki-laki yang dimasukan dalam karton serta ditutupi dengan kain sarung dalam keadaan telanjang dan masih tersambung tali pusar dan Plasentanya ditemukan warga di pinggiran jalan, tepatnya di bawah kaki bukit dosa ujung landasan Bandara Wamena yang sering digunakan untuk membuang sampah, pada Rabu (2/3) sekitar pukul 17.30 Wit.

  Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut Ahmad (30), dimana sekitar pukul 17.30 Wit, saksi baru pulang dari rumah rekannya dan melintasi jalan Karujaya, setelah sampai di tikungan bukit dosa, ia melihat karton yang berada dipinggir jalan, kemudian ia menghentikan mobil yang dikendarai selanjutnya turun dari mobil karena mendengar tangisan bayi tersebut.

  Setelah melihat hal itu, saksi langsung mengangkat bayi tersebut bersama karton itu dan memasukan dalam mobil , kemudian membawa bayi tersebut ke klinik Victory, setelah sampai di klinik saksi Ahmad menghubungi saksi Fetri yang merupakan petugas kesehatan di klinik itu, dan saksi menunjukkan bayi tersebut dan meminta tolong kepada saksi fetri bersama saksi Ahmad mengatar bayi tersebut ke RSUD Wamena.

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim AKP. Matinetta, S.Sos, MM membenarkan adanya sosok bayi laki -laki dengan berat 1,8 Kg yang ditemukan dipinggir jalan yang diduga sementara sengaja dibuang oleh orang tuanya usai dilahirkan, sebab tali pusar dan plasenta dari bayi itu masih melekat bersamaan dengan tubuhnya.

“ Saat ditemukan kondisi bayi masih dalam keadaan sadar, dan langsung mendapat perawatan medis di RSUD Wamena, dan diperkirakan tim medis  bayi tersebut lahir prematur dan usia dalam kandungan diperkirakan 8 bulan,”ungkapnya Kamis (3/3) kepada Cenderawasih pos via selulernya.

Mattinetta juga menyatakan, dalam penanganan medis bayi tersebut tidak dapat diselamatkan nyawanya karena lantaran sudah kedinginan dan juga tidak mendapat perbahasan yang cukup saat dibuang oleh orang tuanya, sehingga tim medis memastikan bayi tersebut meninggal sekitar pukul 20.30 wit.

  “ Kami masih melakukan lidik terkait dengan orang tua yang tega membuang bayi tersebut, dan kami tetap akan tindak sesuai proses hukum yang berlaku sesuai dengan perbuatannya,”tegas Kasat Reskrim polres Jayawijaya.

  Secara terpisah dokter Thania yang saat itu sejak semalam menangani bayi tersebut menjelaskan, sejak bayi tersebut dibawah ke RSUD Wamena, pukul 18.30 wit keadaannya sudah tidak stabil dimana bayi tersebut kedinginan, detak nadinya dibawah 60, napasnya juga ditengah-tengah, dan pihaknya langsung mengambil tindakan medis dengan memberikan obat, infus  dan penanganan khusus bayi.

  “ Setelah ditangani pelayanan medis memang sudah mulai ada respon yang baik dari bayi dengan sedikit menangis dan sudah mulai kuat, namun saat bayi tersebut mau dipindahkan ke Inkubator (pemanas bayi) daya tahan tubuhnya kembali turun dan kembali upaya medis dilakukan namun Tuhan berkehendak lain dan nyawa bayi tersebut tak terselamatkan,”bebernya.

  Ia juga memastikan jika saat dibawah ke RSUD Wamena bayi tersebut masih bersama tali pusar dan plasenta, yang masih terhubung dengan tubuhnya, kalau waktu kapan bayi itu dilahirkan ia belum bisa pastikan, sebab memang butuh dokter ahli forensik, namun kalau dilihat dari kondisi bayinya bisa jadi baru dilahirkan pada rabu (2/3) kemarin.

  “Saat ini bayi tersebut sudah meninggal Dunia sekitar pukul 20.30 wit , dan terakhir kali saya lihat masih ada di UGD RSUD Wamena, karena sudah pergantian waktu jaga  saya tidak tahu apakah jenazah bayi itu sudah dipindahkan atau dimakamkan,”tutupnya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *