Beoga Berdarah, 8 Warga Sipil Tewas Ditembak

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. (Humas for Cepos)

#Salah Satu Karyawan Selamat, 8 Jenazah masih berada di TKP

JAYAPURA – Sebanyak delapan warga sipil termasuk karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) dilaporkan tewas tertembak. Para korban diduga ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Selasa (1/3).    

  OTK  dilaporkan menyerang dan menembaki karyawan serta warga sipil yang saat itu berada di camp PTT. Pihak kepolisian menyatakan para pelaku adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sedangkan pihak TNI menyatakan pelaku penembakan adalah Kelompok Separatis Teroris (KST). Kejadian ini tidak langsung terpublish lantaran hanya 1 orang yang selamat. Pria berinisial NS ini selamat karena saat kejadian ia tidak sedang berada di camp.

NS baru tahu kejadian tersebut saat kembali ke camp dan mendapati seluruh rekannya tewas. Iapun memilih naik ke tower  untuk meminta bantuan. Para korban ini berada di  Beoga untuk melaksanakan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel “CO 53M 756085 9585257” di Distrik Beoga.

Delapan korban yang meninggal adalah Billy, Renal, Bona, Bebi Tabuni, Jamal, Eko, Syahril, dan seorang pria yang biasa dipanggil Pakde.

  Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan penyerangan tersebut diketahui ketika salah satu karyawan PTT menghubungi aparat via telpon. “Penyerangan yang dilakukan oleh KKB terhadap karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) terjadi pada Rabu (2/3) di Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel “CO 53M 756085 9585257” wilayah Beoga tapi baru diketahui hari ini,” kata Kamal dalam press rilisnya Kamis malam.

   Selanjutnya setelah melihat rekan-rekannya tewas sekira pukul 13.00 WIT saksi meminta bantuan penyelamatan melalui CCTV Tower BTS 3 dan pukul 16.00 WIT baru termonitor di CCTV pusat PTT di Jakarta. Para korban ini dikatakan masih berada di TKP Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel dan belum bisa dilakukan evakuasi dikarenakan terkendala cuaca sebab untuk sampai di TKP hanya bisa melalui jalur udara.

  “Pihak Perusahaan PT. Palapa Timur Telematika (PTT) sudah mengevakuasi karyawan yang berada di BTS 4. Sedangkan untuk di BTS 3 belum bisa dilakukan karena terkendala cuaca,” jelas Kabidhumas.

Pihak Polres Puncak juga telah membentuk tim untuk menuju ke TKP guna membantu proses evakuasi dan melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut.

   Sementara Kapendam XVII Cenderawasih, Kol Inf Aqsha Erlangga, S.H., M.H menerangkan bahwa informasi kejadian ini diperoleh dari salah satu Karyawan PTT melalui via telefon dimana disebutkan bahwa ada penyerangan yang dilakukan oleh KST terhadap Karyawan PTT yang sedang melaksanakan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga. “Akibat dari penyerangan tersebut, 8 orang Karyawan PTT meninggal dunia, hal tersebut terlihat melalui rekaman CCTV Tower PTT  dimana salah satu karyawan yang selamat berinisial NS tengah dan meminta bantuan penyelamatan di Tower BTS 3,” sambung Kapendam.

“Kemungkinan dari Polda Papua dan juga perbantuan dari Kodam XVII/Cenderawasih bersama akan membantu evakuasi. Ini adalah kejahatan kriminal luar biasa,” kata Kapendam.    

Lanjut Kapendam, salah satu Karyawan PTT yang selamat masih berada di TKP Tower BTS 3 Telkomsel bersama rekan-rekannya yang meninggal Dunia.

Kapendam menjelaskan, dari informasi yang didapat, sampai saat ini masih belum dapat dilaksanakan evakuasi dikarenakan terkendala cuaca. Direncanakan akan dilaksanakan evakuasi korban selamat dan meninggal dunia oleh PT. PTT yang berada di Tower BTS 3 Telkomsel Wilayah Beoga pada Jumat (4/3)

“Dimungkinkan dari Polda Papua juga perbantuan dari Kodam XVII/Cenderawasih akan membantu evakuasi, selain itu Polda Papua juga akan mencari pelaku pembunuh karena ini adalah kejahatan kriminal luar biasa,” kata Kapendam.

  Sementara perkembangan terakhir pada Kamis (3/3) juga terjadi penyerangan dan penembakan oleh KST terhadap prajurit TNI yang berada di Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Dambet, Distrik Beoga. Jarak dari insiden penembakan terhadap 8 karyawan PTT dengan insiden penembakan hari ini berjarak sekitar kurang lebih 15 KM.

“Sekitar pukul. 12.45 WIT kemarin anggota Satgas Kodim Yonif R 408/SBH diserang dan ditembak oleh KST,” kata Kapendam.

  Diceritakan semua bermula ketika 12 personel Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH sedang melaksanakan patroli sekaligus memperbaiki saluran air dengan jarak dari Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH sekitar 50 meter. Saat memperbaiki saluran air itulah tiba-tiba KST menyerang dan menembaki anggota TNI yang sedang berpatroli.

Dari laporan Satgas ada sekitar 15 orang KST dan ada yang membawa senjata laras panjang sebanyak 3 pucuk. Kemudian prajurit TNI Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH berhasil mengusir dan menghalau KST mundur menuju ke arah Kampung Ogamki, Distrik Beoga. Setelah kejadian penembakan kemudian dilaksanakan pengecekan Satgas Kodim Yonif R 408/SBH dan ternyata 1 personel atas nama Pratu Herianto Anggota Satgas Kodim Yonif R 408/SBH mengalami luka terkena tembakan pada bagian leher bawah telinga namun kondisi masih dalam keadaan sadar dan stabil.

“Prajurit yang tertembak  sudah dievakuasi menuju Puskesmas Beoga. Kami mengajak seluruh eleman masyarakat di Papua agar kedepankan cinta kasih dan perdamaian untuk membangun tanah Papua yg kita cintai ini. Membangun untuk generasi penerus anak anak Papua agar Papua menjadi Provinsi yang hebat dengan Sumber Daya Manusia yang hebat. Jangan dihancurkan dengan hati dendam kesumat dan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan,” tutup Aqsa. (ade/Fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *