Disnakerindag Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng

Dr. Lukas W, Kossay, SE, MSi. (Denny/ Cepos)

WAMENA—Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya, memastikan tidak ada kelangkaan minyak goreng di pasaran, namun pihaknya tetap mengantisipasi masalah itu, sebab akan berpengaruh ke beberapa kabupaten yang ada di wilayah Lapago.

Kepala Disnakerindag Jayawijaya, Dr. Lukas W, Kossay, SE, M.Si menyatakan, meskipun di luar Papua sudah merasakan kelangkaan minyak goreng, namun untuk kebutuhan di Jayawijaya belum terlalu dirasakan sampai saat ini, namun tetap diantisipasi, karena jika terjadi maka ada dampak besar dalam masyarakat di wilayah Lapago.

“Kita tetap antisipasi soal minyak goreng di pasaran, sebab jika terjadi seperti yang ada di luar Papua maka sangat berdampak bagi warga di wilayah Pegunungan Tengah Papua,”ungkapnya Kamis (24/2), kemarin.

Kata Lukas, untuk penyaluran minyak goreng subsidi, pemerintah ada Juknis, sehingga Pemkab Jayawijaya dalam hal ini Disnakerindag juga masih menunggu dari provinsi terkait distributor yang telah diusulkan beberapa waktu lalu, sebab untuk menaikkan minyak goreng ke Weamena tidak bisa datang begitu saja.

“Untuk pengadaan minyak goreng ke Wamena harus melalui distributor yang telah ditunjuk oleh pemerintah, dan sudah ada 6 distributor yang namanya dikirim ke provinsi, itu yang belum diputuskan dan belum disampaikan kepada kita,”katanya.

Ia juga memastikan, jika stok minyak goreng di pasaran masih aman,  sementara untuk minyak goreng subsidi memang ada kuota untuk Jayawijaya, namun untuk biaya pengangkutan dari Jayapura ke Wamena, apakah harus disubsidi atau tidak, ini belum jelas.

“ Persoalan yang dihadapi di Wamena dan juga akan berdampak ke Lapago, sehingga regulasi ini yang kita tunggu, mungkin kalau ada aturan nawacita presiden untuk tol laut, udara dan darat, mungkin bisa secepatnya dikirim ke Wamena,”bebernya.

Ia juga menyatakan untuk masalah harga juga beda sebab dari sana harganya Rp 14000, kalau sampai di daerah seperti Wamena harganya akan lain lagi, sebab biaya angkutan ini belum ditentukan pemerintah atau distributor, ini yang masih menjadi masalah.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *