Belajar di Alam, SD Nurul Haq Suarakan Bahaya Plastik

Para peserta didik dari SD Alam Terpadu Nurul Haq mendengarkan materi dari Koordinator Rumah Bakau Jayapura dalam pembelajaran luar sekolah, di Sekretariat Rumah Bakau Jayapura kemarin, Kamis (24/2). (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Puluhan murid sekolah dasar, SD Alam Terpadu Nurul Haq, Kamis (24/2) menyambangi Rumah Bakau Jayapura untuk belajar tentang mangrove dan isinya. Pembelajaran luar sekolah ini sesuai dengan konsep pendidikan yang diusung yakni mengamalkan nilai – nilai islami untuk lingkungan.   

   “Memang sedikit berbeda dengan sekolah lain, makanya namanya SD Alam Terpadu Nurul Haq,” kata Kepala SD Alam Terpadu Nurul Ha, Fadli Sudirman disela – sela kegiatan.

   Fadli sengaja mengajak para muridnya ke Rumah Bakau karena ingin belajar secara langsung apa manfaat dan fungsi mangrove termasuk ancaman atau tekanan yang ada saat ini. Dari materi yang disampaikan koordinator Rumah Bakau, Muhammad Ikbal Asra dijelaskan bahwa pohon bakau atau ekosistem mangrove ini memiliki banyak kegunaan. Selain menjadi tempat untuk ikan dan biota laut berkembang, pohon bakau juga sangat baik untuk menahan terjadinya abrasi.

   “Tapi saat ini banyak pohon yang ditebang dan ditimbun sehingga kalau terjadi gelombang tinggi bisa – bisa airnya naik semua ke daratan karena tidak ditahan lagi,” ujar Ikbal di hadapan puluhan murid SD.    

   Ikbal juga menjelaskan soal banyaknya sampah dan meminta  murid SD Nurul Haq ini bisa memberitahukan orang tua atau kakak adik untuk tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai.

“Kami juga menjelaskan soal kearifan lokal yakni hutan perempuan dan manfaatnya bagi masyarakat kampung. Kami senang ternyata anak – anak antusias. Mereka juga membawa botol tumbler sendiri,” imbuhnya.

   Fadli Suridman menambahkan bahwa ia ingin anak didiknya belajar langsung dari alam karena dengan cara ini  peserta didik akan lebih mudah menangkap pesan. “Tadi mereka baru tahu disini ada hutan perempuan dan plastik sekali  pakai ternyata lama sekali terurai. Kami berterimakasih karena banyak mendapat cerita dari rumah bakau,” imbuhnya.

   SD Alam Terpadu Nurul Haq sendiri baru satu angkatan  namun peminatnya cukup banyak. “Ini pendaftaran belum buka sudah ada 35 orang yang mendaftar padahal sekolah ini terbilang baru, berdiri pada bulan Juli Tahun 2021 kemarin,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *