Di Jayawijaya, Kasus Curanmor Meningkat

Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh, Safei. AB, SE. (Denny/ Cepos )

WAMENA— Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Jayawijaya kian marak. Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh, Safei. AB, SE menyatakan, dalam dua hari ini, dari laporan polisi yang masuk, memang dinominasi oleh kasus Curanmor dan boleh dikatakan sebagian adalah kelalaian dari pemilik kendaraan tersebut.
“Kenapa saya katakan kelalaian, yang pertama setelah menggunakan kendaraannya, pemilik lupa mencabut kunci, dan buru-buru masuk ke toko, saat keluar, motor sudah tidak ada,”ungkapnya, Rabu (23/2) kemarin.
Selain motor, ada juga mobil yang modusnya sama, karena kunci mobil tergantung di stir, pelaku juga iseng membawa lari, namun kelihatannya hanya memanfaatkan kondisi dan keadaan saat itu, mobil sudah ditemukan dalam Kota Wamena juga dan sudah diserahkan ke pemiliknya.
Untuk kasus Curanmor ini, kata Kapolres, pihknya melihat memang ada peningkatan, sehingga dirinya perintahkan satuan Reskrim Polres Jayawijaya untuk melakukan pemetaan jaringan, lokasi -lokasi yang sering dijadikan sasaran dan waktu rawan para pelaku ini melakukan aksinya, sehingga bisa dilakukan kajian dan menurunkan personel di lapangan.
“Kita akan lihat waktunya dan kita turunkan personel, apakah nanti dari pukul 2.00 WITsampai pukul 6.00 WIT atau jam kecil ke atas sehingga paling tidak bisa diminimalisir keadaan seperti ini ,”katanya.
Ia juga menyatakan, para pelaku Curanmor ini sering memanfaatkan cuaca di Jayawijaya, terutama hujan turun pada waktu malam hari, sebab pada saat itu, pemilik kendaraan pasti tertidur nyenyak sehingga ini kesempatan untuk mencuri kendaraan yang terparkir tanpa pengaman.
“Kita lihat kondisi cuaca yang sering hujan di malam hari menjadi salah satu strategi dari pelaku melakukan aksinya,”bebernya.
Kapolres berpesan mengimbau kepada masyarakat agr tidak lalai dalam menjaga kendaraannya seperti jangan lupa mencabut kunci kontaknya, atau memarkir kendaraan di tempat yang benar -benar aman dan pastikan kendaraan itu dalam keadaan terkunci stank.
“sebelum meninggalkan kendaraan, lebih baik periksa kembali keamanannya, sehingga ini bisa menghambat niat para pelaku mencuri kendaraan tersebut,”tutupnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *