Cegah Pasien Kabur, Penjagaan LPMP Diperketat

Warga yang datang mengantarkan makanan untuk keluarganya yang sedang menjalani masa penanganan medis di isolasi terpusat di Rumah Sehat LPMP Papua beberapa waktu lalu. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Sistem pengamanan di tempat isolasi terpusat di rumah sehat LPMP Kotaraja kini akan diperketat lagi dengan tambahan personel Satpol Pamong Praja. Hal ini menyusul adanya sejumlah pasien Covid-19 di tempat isolasi tersebut yang melarikan diri, dan dikhawatirkan menyebarkan Covid-19 kepada warga lainnya di luar sana.
Walikota Jayapura sekaligus Ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Drs. Benhur Tomi Mano membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan pihaknya pasien tersebut adalah pasien yang berasal dari kapal.
“Ada lima orang yang kabur, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan. Dan mereka ini adalah pasien yang didapat dari penjaringan kapal putih.” Ujarnya saat di konfirmasi wartawati Cenderawasih Pos pada Senin (21/02).
Menurut Benhur Tomi Mano, kelima pasien tersebut berhasil kabur melalui pintu belakang yang kurang pengawasan, sehingga pihaknya akan memperketat penjagaan di LPMP. “Maka itu saya akan perkuat perketat penjagaan, kita akan nambah lagi satuan pamongpraja sehingga tidak ada lagi yang lari,” Jelasnya.
Pihaknya juga telah melakukan pelacakan terkait pasien yang lari tersebut, namun beberapa diantaranya ternyata memberikan alamat palsu. “Kalau dia lari tetap akan kami kejar. Ada yang beberapa kita dapati, kita lihat kondisi rumahnya berkenan untuk dia isoman, maka boleh di rumah saja, ada yang KTP-nya tidak jelas, kita cari ternyata orangnya sudah ada di Keerom. Semua yang lari ini dari kapal. Yang kita harus isolasi disitu dan besoknya harus PCR dulu untuk mengetahui apakah dia itu negatif atau positif, tapi sudah lari duluan,” imbuhnya.
Yang dikhawatirkan adalah ketika pasien tersebut menyebarkan virus kepada masyarakat maupun keluarganya. “Kalau lari ini kan bisa menyebarkan kepada keluarga istri, anak-anak dan orang lain. Jadi kita mau supaya kalau dia reaktif, kami akan tindak lanjuti dengan PCR, kalau dia positif tetap di dalam, kita memberikan pengobatan dan penanganan kesehatan dengan baik sampai selesai, dia sembuh baru kita pulangkan dia,” ungkapnya.
Oleh karena itu pihaknya akan memperketat jalur masuk melalui perairan dengan melakukan pembatasan jumlah kapal yang masuk. “Kalau biasanya ada 6 kapal, sekarang kita batasi jadi hanya tiga kapal. Dan mereka yang masuk ke Kota Jayapura harus dilakukan tes antigen walaupun sudah vaksin. Ini untuk memastikan apakah dia dalam keadaan yang betul-betul sehat.” Tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Isolasi Terpusat Rumah Sehat LPMP Papua sekaligus Kepala Seksi SDM Dinas Kesehatan Kota Jayapura Emi mengatakan, hingga saat ini mereka yang kabur belum kembali.
“Hingga saat ini mereka yang kabur belum juga kembali, kita tidak tahu alamat mereka yang kabur dimana. Keempatnya ber-KTP luar, 3 orang ber-KTP Jawa sementara 1 orang ber-KTP Sorong,” kata Emi kepada Cenderawasih Pos, Senin (21/2)
Dikatakan Emi, empat orang yang kabur tersebut hasil dari pemeriksaan Positif Covid. Baru beberapa hari melakukan isolasi Mandiri di LPMP setelah itu kabur. “Baru juga isolasi dua hari di LPMP mereka langsung kabur, mereka yang kabur sebelumnya merupakan penumpang KM Ciremai dan Labobar,” ucapnya.
Disinggung alasan pasien Covid-19 kabur, Emi menjelaskan mereka selalu merasa tidak covid, itu yang selalu menjadi alasan mereka untuk melarikan diri dari isolasi terpusat di Rumah Sehat LPMP Papua.
Terkait dengan upaya pengamanan kedepan pasca kaburnya pasien Covid-19 dari LPMP, Emi mengaku sudah ada penambahan pengamanan dari Satpol PP yang saat ini sudah melakukan pengamanan di areal LPMP.
“Sudah ada penambahan dua orang dari Satpol, jadi jumlah Satpol yang melakukan pengamanan di LPMP saat ini ada empat orang. Mereka akan berjaga di pinta masuk gerbang dan areal belakang. Kami juga sedang rencana untuk gembok pagar depan agar tidak ada pasien covid yang kabur,” tuturnya.
Emi sendiri tak tahu kapan pastinya empat pasien Covid-19 itu kabur dari LPMP, mereka diketahui kabur saat waktu pembagian makanan. “Tiga orang ber-KTP jawa kaburnya secara bersamaan, sementara satu lainnya kaburnya sendirian,” kata Emi
Ia berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi, selain itu meminta kepada warga bagi yang mengetahui keberadaan empat orang tersebut segera melaporkannya kepada pihak terkait. “Siapa saja yang mengetahui keberadaan keempat orang ini segera melaporkannya kepada pihak terkait, mereka harus melakukan isolasi karena positif Covid,” pungkasnya. (rhy/fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *