Sekda Minta Warga Tak Budidayakan Tanaman Ganja

Sekda Jayawijaya, Thony M Mayor SPd, MM saat menyalami warga Kampung Kewin, Distrik Asologaima, Sabtu, (19/2). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Thony M Mayor, SPd, MM mengimbau kepada seluruh masyarakat di distrik dan kampung agar tidak membudidayakan tanaman narkotika seperti ganja, sebab selain masyarakat akan berhadapan dengan masalah hukum, juga akan merusak kesehatan bahkan bisa kehilangan nyawa.

Hal itu disampaikannnya  di sela-sela kunjungan kerjanya di Kampung Kewin, Distrik Asologaima, Sabtu, (19/2).

“Kalau kita konsumsi tanaman ini maka akibatnya akan membuat kita ketergantungan, berhalusinasi dan bisa sampai berbuat kejahatan dan tentunya adalah merugikan masyarakat dan diri sendiri,”ungkapnya di hadapan warga  Kampung Kewin, Distrik Asologaima, Sabtu, (19/2).

Dengan adanya penyebaran ganja ini, kata Sekda akan merusak generasi muda yang ada di distrik maupun di kampung, bahkan juga bisa sampai ke orang tua. Menghisap ganja ini bukan budaya masyarakat Baliem, ini adalah pengaruh dari luar yang dibawa masuk untuk merusak kehidupan masyarakat.

“Ada oknum yang bermain untuk merusak generasi muda kita, saya juga mendapat pesan dari pak bupati untuk menyampaikan jika dampak negatif dari ganja itu sama dengan Miras sehingga masyarakat perlu menghindarinya,”kata Thony Mayor.

Sekda menegaskan, mabuk karena menghisap ganja, bisa membuat segala macam kejahatan, kecelakaan yang juga merugikan orang lain dan tentu bagi warga yang mempunyai dan mengedarkan serta menghisap narkotika ini ada sanksi hukum.

“ Saya salut dengan warga di Kampung Kewin, Distrik Asologaima yang sudah menyadari dengan bahaya narkotika ini  dan tentu apa yang diketahui ini bisa dibagikan kepada warga yang lain agar mereka juga paham mengenai tanaman ganja yang kini mulai ditanam di Jayawijaya,”bebernya.

Di tempat yang sama, perwakilan mahasiswa  Salmon Wantik meminta agar ada peningkatan keamanan di distrik sehingga oknum -oknum yang menanam narkotika ini tidak bebas untuk menanam.

“ Kami minta aparat lebih sering melakukan patroli atau pengawasan, kalau ingin menyelamatkan generasi muda di distrik dan kampung, perlu dilakukan sosialisasi bahaya narkoba agar masyarakat ini tahu,”ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Distrik Asologaima, Tonny Holago menyatakan, penemuan tanaman ganja di Asoligaima ini merupakan hasil dari penangkapan seorang pemuda oleh personel Sat Narkoba Polres Jayawijaya dengan inisial WW, berdasarkan informasi itu maka diketahu para pelaku ini sudah menanam di beberapa titik kampung dari 3 distrik seperti Distrik Silokarno Doga, Asologaima dan Pyramid.

“Temuan ganja ini 11 pohon dari 3 distrik dan 7 kampung  sehingga ini memang bukan lahan yang besar, oleh karena itu, kami bersama dengan TNI/Polri  sudah samakan presepsi untuk melakuka pemusnahan bersama guna mencegah tanaman ini jangan lagi berkembang,”tutupnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *