Program Padat Karya Bantu Pendapatan Warga

Paulina saat mengecat talud Jalan Raya Entrop-Abepura melalui program padat karya dari Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura dalam rangka menyambut HUT ke-112 Kota Jayapura, Sabtu (19/2). (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA– Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura Djoni Naa mengungkapkan, sebanyak 70 kelompok yang mengikuti program Padat Karya pengecatan median jalan, jembatan dan talud, dalam rangka menyambut HUT Kota Jayapura di bulan Maret 2022.

   Dimana program padat karya ini membantu pendapatan warga, terutama yang selama ini mencari kerja atau penggguran. Dalam satu kelompok terdiri ada 8 sampai 10 orang dan satu kelompok mendapatkan upah Rp 7.5 juta dan sudah diberi alat kerja. Sedangkan sistim kerja dalam pembersihan dan pengecatan tiap lokasi dengan panjang 150 hingga 200 meter per kelompok.

   Untuk warna cat ada hitam, kuning dan merah, warna merah dan hitam sendiri digunakan untuk mengecat talud. Sedangkan kuning hitam untuk median jalan dan trotoar. “Kelompok yang bekerja berbeda-beda yang kami rekrut, mereka pertama harus mengajukan proposal dan memiliki KTP Kota Jayapura, warga yang ikut dalam padat karya ini ada kategori pengangguran, semi pengangguran dan perekrutan dari Kelurahan dari distrik dari organisasi kemudian juga ada dari pemuda masjid pemuda gereja Ormas, organisasi karang taruna pokoknya yang mengajukan permohonan untuk bisa berpartisipasi program pemerintah padat karya yang ditujukan kepada Dinas Tenaga Kerja.

  “Dalam pembukaan wakil wali kota sudah menekankan karena ini di masa pandemi Covid-19, maka dalam bekerja tetap harus menerapkan protokol kesehatan selalu menggunakan masker dan utamakan keselamatan diri dalam bekerja karena berada di jalan dan tidak boleh kerja sampai batas waktu yang ditentukan hingga pukul 21.00 WIT,” ucapnya.

   Sementara itu salah satu kelompok padat karya Paulina mengakui, adanya program Padat Karya pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja sangat bagus dan ia mengapresiasi, karena program ini yang kerja tidak hanya laki-laki saja, namun perempuan juga bisa dan tidak membutuhkan keahlian khusus.

   Ia berharap program ini bisa terus berlangsung karena sangat bermanfaat untuk masyarakat khususnya ibu-ibu bisa dapat penghasilan. Paulina mengakui, selama bekerja kendala yang dialami hanya cuaca, karena jika hujan tidak mungkin bisa bekerja dan bahan jika terlambat juga harus menunggu, tapi ini tidak jadi masalah yang penting setiap kelompok dalam bekerja harus selalu kompak, sehingga pekerjaan bisa selesai tuntas tanpa harus menunggu lama.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *