Vaksinasi Terus Digencarkan di Pusat Interaksi Masyarakat 

Warga saat hadir dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan Polda Papua secara serentak melalui gerai vaksinasi di Kota Jayapura, berlangsung di Terminal Tipe A Jayapura berlangsung sukses karena masyarakat yang hadir banyak selama 2 hari, Kamis dan Jumat (18/2) kemarin. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Pelaksanaan vaksinasi serentak yang dilakukan Polda Papua   melalui gerai vaksinasi di Kota Jayapura, berlangsung di Terminal Tipe A Jayapura berlangsung sukses. Animo masyarakat yagn hadir sangat tinggi dalam dua hari kegiatan vaksin,  Kamis dan Jumat (18/2) kemarin.

   Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K  mendampingi Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. selaku ketua tim supervisi dan asistensi pelaksanaan percepatan vaksinasi Tahun 2022.

  Pada pelaksanaan zoom meeting pelaksanaan vaksinasi serentak se-Indonesia tersebut dipantau secara virtual oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dari Museum Karmawibhangga Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.

   Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kabinda Papua, Mayjen (Purn) Gustav Agus Irianto, Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu H. Febrianto, S.I.K., M.H., Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol. Tjatur Abrianto, S.I.K., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Dr Frans Pekey, MSi., PJU Polda Papua dan Forkopimda terkait.

   Dalam sambutan secara virtual, Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi dan ini penting karena memang kasus Covid-19 sedang naik drastis akhir-akhir ini. Karena itu, diperlukan percepatan vaksinasi khususnya dilaksanakan kepada kalangan lansia dan anak-anak.

  Kunci dalam pengendalian Covid-19 saat ini yaitu dengan melaksanakan percepatan vaksinasi serta pentingnya Prokes dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari khususnya dengan memakai masker.

   “Saya tekankan kepada seluruh panitia vaksinasi agar didahulukan vaksinasi yang lansia. Data terakhir sebanyak 69% yang meninggal  karena omicron adalah lansia, yang kedua adalah yang belum divaksin,” ucapnya.

  Pada kesempatannya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, SIK., mengatakan, bahwa percepatan vaksinasi di Provinsi Papua sesuai arahan Bapak Presiden RI tadi agar difokuskan di tempat-tempat yang interaksi masyarakat tinggi.

  Dalam akselerasi vaksinasi tentunya  terus menjalin kerjasama dengan Kodam XVI/Cenderawasih dan Pemprov Papua, sehingga pelaksanakan percepatan vaksinasi dapat berjalan dengan sukses.

   “Kami meminta juga agar para wartawan dapat membantu memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19,”kemarin.

  Di sisi lain Kabareskrim Polri mengatakan bahwa ini merupakan hari kedua di Provinsi Papua melakukan akselerasi vaksinasi baik dosis I, II maupun III dengan target lansia dan anak anak juga masyarakat umum.

  Percepatan vaksinasi yang dilaksanakan di Provinsi Papua sesuai arahan Presiden RI tadi agar difokuskan pada tempat-tempat yang interaksi masyarakat tinggi.

  Untuk diketahui pelaksanaan vaksinasi tersebut di tujukan untuk golongan Lansia, Anak usia 6 – 11 tahun dan vaksinasi dosis III (booster). Bagi masyarakat yang mengikuti vaksinasi tersebut akan diberikan doorprize berupa sepeda motor sebanyak 2 unit, sepeda gunung sebanyak 6 unit dan SIM gratis yang akan dibagikan selama pelaksanaan vaksinasi.

  Gerai vaksinasi di Terminal A PTC Entrop Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Provinsi Papua tanggal 17 dan 18 Februari 2022 menargetkan 2.000 dosis (100 dosis anak usia 6-11 tahun, 400 dosis vaksin I dan vaksin II, 1.500 dosis vaksin III/booster). Jenis Vaksin yang akan di gunakan: Astrazeneca dan Moderna. Tim vaksinator terdiri atas 9 tim Polri, 2 Tim TNI dan 1 Tim Dinkes.

  Sementara itu, dari pantauan wartawan Cenderawasih Pos, peserta vaksinasi sangat banyak baik di hari pertama dan kedua. Para peserta vaksinasi sangat antusias. Selain ingin mendukung program pemerintah, adanya doorprize juga membuat semangat para peserta vaksinasi.

   Walaupun demikian, petugas Nakes yang diturunkan tetap bekerja dengan  hati hati dan waspada selalu menerapkan Prokes dan sebelum  melakukan vaksinasi dilakukan terlebih dahulu dilakukan screening riwayat kesehatan dan lainnya, jika memenuhi syarat medis baru dilakukan vaksinasi sehingga menghindari hal hal yang bisa mengganggu kesehatan.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *