Pindahkan Jenazah Covid-19 Harus Ada Izin   

Beberapa warga saat mengunjungi pemakaman Covid-19 yang lokasinya berada sebelah ujung kompleks pemakaman muslim di Buper Waena, Jumat (18/2). (Noel/Cepos)

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura memang telah menyiapkan tempat khusus untuk pemakaman jenazah yang terkonfimasi positif Covid-19 di areal pemakaman di sebelah pemakaman muslim, di Buper Waena. Sebagian dari keluarga dari jenazah yang dimakamkan ini, ada yang berharap bisa dipindah ke tempat pemakaman umum, untuk dipugar atau ditata sebagai bentuk penghormatan kepada yang telah meninggal, maupaun alasan lainnya.

   Hanya saja, untuk kepastian untuk bisa memindahkan jenazah yang di kubur di lokasi ini, ternyata harus mengikuti prosedur perizinan yang ada. Petugas penjaga tempat pekuburan umum (TPU) muslim Waena, Hasan mengungkapkan bahwa jika ingin mengali kuburan untuk memindahkan jenazah, pihak keluarga harus izin ke Satgas Penanganan Covid-19 atau  Pemda Kota Jayapura.

  Meski belum tahu pasti tentang kebenaran kapan waktu untuk menggali mayat yang meninggal akibat covid, namun Hasan mengaku pernah mendengar, bahwa jenazah atau jasat yang ada di kuburan Covid-19 ini baru bisa dipindah setelah di atas 5 tahun.

  “Yang saya dengar itu mereka bilang 5 tahun baru bisa mayatnya digali dan dipindahkan,” katanya di tempat pekuburan Muslim, Waena, Jumat  (18/2).

  Hal ini dikatakanya karena sebagian masyarakat yang keluarganya meninggal akibat Covid-19 meminta agar mayatnya digali dan dipindahkan ke daerah asal sesuai permintaan mereka atau di kuburan tertentu. “Ada beberapa kuburan, mereka punya keluarga yang mau pindahkan jenazah/mayat,” ujarnya.

  Ia mengatakan terkait hal ini dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengali dan memindahkan  jenazah atau mayat yang sudah dikubur karena covid. Sebab, harus meminta izin kepada tim gugus tugas Covid Papua  dan juga pemerintah Kota Jayapura sehingga mayat bisa dipindahkan.

  “Jadi kalau mau pindahkan (mayat.red) begitu, langsung tanya ke wali kota atau dinas terkait berapa tahun baru harus di pindahkan mayatnya,” katanya.

  Dia mengatakan ada juga yang meminta untuk membawa keluarga mereka yang meningal terkena Covid untuk dipindahkan ke kuburan sesuai agama mereka, tapi itupun tidak bisa.

  Lanjut Hasan bahwa mereka yang ingin memindahkan juga karena keluarganya dari daerah lain yang melakukan rujukan ke rumah sakit di Provinsi Papua atau Kota Jayapura, namun karena meninggal di sini sehingga mereka ingin mengembalikannya, tetapi hal itu belum bisa.

  “Kalau tidak salah ada juga yang meminta untuk dipindahkan ke kuburan Cina dan mereka menelpon saya berapa pun biayanya disanggupi,  tetapi saya katakan kita tidak bisa ambil kesimpulan, harus Bapak dorang bisa tanya ke ketua gugus atau wali kota,” ujarnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *