Pembatasan atau Penyekatan Belum Diperlukan

Konsuman saat berbelanja di Saga Mall, Jumat (18/2). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Penyebaran Covid-19 yang terus mengalami peningkatan di Kota Jayapura. Tercatat hingga saat ini sudah seribu lebih yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan ada ratusan orang yang melakukan isolasi di LPMP lantaran terpapar Covid-19.

  Terkait meningkatkan penyebaran Covid-19 dan apakah perlu dilakukan pembatasan atau penyekatan, Komisi C DPRD Kota Jayapura sendiri akan melakukan rapat komisi menyangkut tanggapan Dewan.

   Secara pribadi sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Ismail Befa mengaku memantau pemberlakuan pembatasan waktu atau penegakan disiplin dalam protokol kesehatan di berbagai dunia industri maupun bisnis. Komisi C juga selalu melakukan pemantauan ke dunia usaha misalkan Perhotelan dan restoran.

   “Kami berharap pembatasan waktu ini tidak seperti di awal Covid-19 tahun 2020 yang membuat perekonomian kita mencekam, terkait dengan pembatasan waktu,” kata Ismail Befa.

  Lanjut Ismail, dari Komisi C sendiri akan memberikan input kepada Pemerintah Kota Jayapura dalam hal pembatasan waktu agar tidak memberikan dampak yang berat bagi dunia usaha. Ismail sendiri berharap di tahun 2022 ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura tidak mengalami penurunan dibanding tahun lalu, akibat adanya pembatasan waktu.

  “Peningkatan PAD tergantung dari dunia usaha, jika pelaku usaha kita omzetnya menurun sudah pasti PAD di Kota Jayapura juga berkurang, itu efek ekonomi terhadap Kota Jayapura,” terangnya.

  Ketua Komisi C ini merasa pemerintah belum perlu melakukan pembatasan wilayah atau pembatasan waktu, melihat dari dampak yang terjadi dari penyebaran Omicron itu sendiri. Tapi, jika penyebarannya masih saja terjadi dan berpengaruh secara keseluruhan terhadap perekonomian juga secara kesehatan. Maka itu perlu menjadi pertimbangan.

  “Jika penyebarannya masih terjadi dan berpengaruh secara keseluruhan terhadap perekonomian juga secara kesehatan, perlu menjadi pertimbangan untuk harus dilakukan pembatasan. Tapi sejauh ini, kami melihat pembatasan ataupun penyekatan belum perlu dilakukan,” kata Ismail.

   Menurut Ismail, kita sudah punya pengalamana sejak tahun 2020 hingga 2021 dimana sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap perekonomian tetap berjalan normal seperti saat ini dan ekonomi masyarakat menjadi stabil. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *