Dinas Pendidikan Rencanakan Pembelajaran dari Rumah

Caption : Siswa SMP Negeri 1 Asologaima saat melakukan tatap muka dengan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi. Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya merencanakan kembali memberlakukan pembelajaran dari rumah,  apabila penularan Covid -19 di Jayawijaya terus meningkat. (Denny/ Cepos)

*Jika Kasus Penularan Covid-19 Terus Meningkat*

WAMENA—Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya merencanakan kembali memberlakukan pembelajaran dari rumah,  apabila penularan Covid -19 di Jayawijaya terus  meningkat, sebab dikhawatirkan bisa terjadi klaster di sekolah dan dampaknya kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Natalis Mumpu kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya Jumat (18/2) menyatakan, terkait dengan tingginya angka Covid -19 di Jayawijaya, maka pihaknya berencana kembali menerapkan pembelajaran dari rumah, khusus bagisekolah yang ada di zona merah.

“Memang kita rencanakan kembali menerapkan pembelajaran dari rumah, tapi kita harus melihat lagi peningkatan pasiennya seperti apa, kalau dalam beberapa hari ini terus meningkat, maka kemungkinan besar kita terapkan lagi pembelajaran dari rumah,”ungkapnya kemarin.

Natalis menjelaskan, Dinas Pendidikan akan memantau situasi penyebaran Covid -19 di Jayawijaya selama dua minggu ini, apabila terus naik maka akan memanggil semua sekolah yang ada di zona 1 dan zona 2 untuk membicarakan rencana kembali melakukan pembelajaran dari rumah kepada siswa.

“ Kita akan pantau lagi selama dua minggu ini, apakah masih meningkat atau turun grafik penularannya, kalau turun kita tak akan menutup sekolah seperti yang dilakukan tahun lalu, tapi kalau grafiknya naik maka terpaksa kita harus tutup lagi,”jelasnya.

Pihaknya sendiri belum mendapatkan laporan jika ada siswa yang terpapar Covid -19 di Jayawijaya, sehingga proses pembelajaran tatap muka terbatas yang saat ini dilakukan masih terus berlangsung di sekolah -sekolah  dengan sistem pembagian shif.

“Saat ini kita masih jalan dengan sistem pembelajaran tatap muka terbatas di setiap sekolah, kita belum mendengar ada siswa yang terpapar Covid -19 atau klaster baru dari sekolah,”katanya.

Menurutnya, rencana melakukan pembelajaran dari rumah ini masih belum disampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Jayawijaya dan Sekretaris Daerah, sebab pihaknya masih melihat dulu keadaannya seperti apa, kalau memang tinggi dan harus kembali melakukan pembelajaran dari rumah maka akan segera dilaporkan kepada pimpinan.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *