Dua Pasien Covid -19 Sembuh di Jayawijaya

Pemeriksaan Rapid Antigen yang dilakukan tahun lalu di Bandara Wamena. Untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemkab Jayawijaya kembali menerapkan wajib perlihatkan hasil PCR bagi setiap orang yang msuk ke Wamena. (Denny/ Cepos)

WAMENA— Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 di Jayawijaya memastikan dua pasien Covid -19 yang dinyatakan sembuh, namun kasus bru terus tinggi meningkat, di mana sampai saat ini sudah mencapai 106 pasien dan hanya 2 orang yang dinyatakan sembuh.

Ketua Ttim Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 yang juga Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, pasien terkonfirmasi yang positif terppr bertambah  20 orang, di mana sebelumnya ada 88 pasien, namun ada 2 orang yang dinyatakan sembuh sehingga pasien yang dirawat saat ini mencapai 106 orang.

“Saat ini ada 106 yang dalam perawatan, kebanyakan dari pasien ini melakukan isolasi mandiri di rumah bagi yang tidak bergejala dan tetap dilakukan pengawasan petugas kesehatan dalam hal ini tim Covid -19 Jayawijaya,”ungkapnya Rabu, (16/2) kemarin.

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayawijaya, juga akan menyiapkan tempat karantina apabila  pasien tidak patuh menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya oleh karena itu pihaknya akan terus memantau pasien yang menjalani isolasi mandiri.

“Tetapi kalau positif dan Isomannya tidak disiplin, pasti kami akan menggunakan karantina lagi untuk menampung mereka, sebab kalau mereka tidak patuh, akan memicu lonjakan pasien karena nantinya ada lagi warga yang terpapar,” kata Jhon Banua

Jhon mengatakan, pihaknya telah menerima edaran dari pemerintah pusat tentang pasien Covid-19 tanpa gejala bisa diizinkan melakukan isolasi mandiri, artinya tidak masalah pasien Covid -19 melakukan Isoman di rumah asalkan mereka patuh pada aturan Covid-19.

“Kalau bergejala, kita akan masukkan ke rumah sakit,”katanya. Ia menyatakan pihaknya masih terus melakukan tracing kepada kontak dari pasien yang terpapar, karena masing —masing pasien ini pasti punya kontak  sendiri, oleh karena itu, ini yang perlu ditindaklanjuti agar penularan virus ini tidak terus meluas dari hari ke hari.

“Kita terus melakukan tracing atau pencarian kepada kontak —kontak dari pasien yang ada, kita juga berharap pasien bisa memberikan keterangan yang jujur agar kita bisa tindaklanjuti dalam pencarian,”tutupnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *