Budidaya Jagung 3.000 Hektar Dipastikan Tidak Dipungut 1 Rupiahpun

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut MUP bersama Sekda Keerom Trissiswanda Indra, S.Pt ketika menyerahkan mobil dan satu unit pemipil jagung kepada kelompok tani di Kampung Wambes Distik Mannem, Kamis (17/2). (Ginting/Cepos)

-Bupati Kunjungi Masyarakat Hingga Malam Hari

ARSO-Dalam kunjungannya ke kampung Wambes Distrik Mannem, Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut. MUP dan Sekda Keerom Trissiswanda Indra, S.Pt memastikan program Keerom menuju Food Estate yang salah satunya penanaman jagung kurang lebih 3.000 hektar tersebut tidak dipungut biaya 1 Rupiahpun.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Gusbager juga menyerahkan satu unit mobil dan juga satu mesin pemipil jagung kepada kelompok tani di kampung tersebut.

“Kita pastikan program ini penanaman jagung ini adalah program pemerintah pusat yakni Bapak Presiden RI,  sehingga masyarakat harus menyukseskannya demi kesejahtraan masyarakat itu sendiri dan dipastikan bahwa tidak ada pungutan biaya 1 Rupiahpun dari masyarakat,”Tegas Bupati Gusbager ketika menyampaikan arahan dan tanya jawab dengan masyarakat kampung Wembes.

Ia juga memastikan bahwa dari awal penanaman hingga nantinya pemanenan dan penjualan jagung tersebut akan dibiayai oleh pemerintah melalui kementerian terkait.

Oleh sebab itu menurut Bupati anak asli Keerom ini hendaknya masyarakat sudah seharusnya mau dan mendukung karena program tersebut semata untuk kesejahtraan masyarakat.

Sedangkan adanya pertanyaan dari masyarakat seperti masih adanya tunggakan kredit tanah pada pihak perusahaan eks sawit. Bupati memastikan akan mencarikan jalan keluarnya sehingha penanaman jagung tersebut tetap berjalan. Karena penanaman jagung tersebut adalah program langsung dari Presiden RI Joko Widodo sehingga perusahaan eks sawit yang ada yang juga milik pemerintah sudah seharusnya mendukungnya.

Sedangkan pertanyaan masyarakat lainnya seperti meminta adanya pembangunan pabrik jagung. Bupati Gusbager mengatakan agar masyarakat lebib terdahulu fokus menyiapkan lahan pertanian jagung tersebut, lalu menanamnya dan dapat dipanen. Karena semua hasil panennya sudah dipersiapkan akan dijual kemana dan jika nantinya lahan dan hasil panen sudah mencukupi pembangunan pabrik jagung akan dibangun dikemudian hari.

Sementara itu Sekda Keerom Trissiswanda Indra, S.Pt juga memastika  bahwa nantinya akan diadakan juga pelatihan kepada perwakilan pemuda setiap kampung yang menjadi lahan pertanian jagung tersebut dan semua itu dibiayai oleh pemerintah.

Dirinya juga meminta kepada intansi terkait agar langsung bekerja untuk melakukan pendataan dan merangkum semua persoalan-persoalan yang ada dilapangan dan melaporkan keatasan untuk kemudian dicarikan solusinya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *