Wartawan dan TNI Perbaiki Jalan Pasar Lama Sentani

Sejumlah anggota TNI Lanud Silas Papare bersama beberapa wartawan di Sentani melaksanakan kegiatan tambal sulam jalan berlubang di Pasar Lama Sentani, Sabtu (12/2). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Owner Semuwa Group yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Wagus Hidayat, memfasilitasi sejumlah wartawan dan TNI Lanud Silas Papare memperbaiki jalan Pasar Lama Sentani yang mengalami kerusakan parah di beberapa titik.

“Pekerjaan hari ini di fasilitasi oleh Pak Wagus Hidayat, beliau yang sediakan makan, minum dan  bahan. Beberapa wartawan dibantu sejumlah anggota Lanud Silas Papare menambal jalan berlubang di jalan  pasar lama ini,” kata James Layang salah satu wartawan kepada media ini, Sabtu (12/2).

Perbaikan jalan itu juga mendapat apresiasi dari beberapa warga yang tinggal di sekitar kawasan itu. Bahkan dari unsur pemerintah ditingkat RW juga menyambut baik kegiatan tersebut.

Ketua RW setempat, Juremi Binhaya mengapresiasi kegiatan sosial yang ditunjukkan oleh sejumlah wartawan di Sentani tersebut.

  Menurut dia, selaku warga yang tinggal di kawasan itu,  pihaknya sangat antusias menyambut kegiatan tersebut, karena sejauh ini, baik warga yang tinggal di area itu maupun para pengguna jalan, sangat terganggu dengan kondisi jalan dan saluran drainase di area pasar lama itu.

Jalan berlubang itu sangat mengancam keselamatan para pengguna jalan. Termasuk kondisi saluran air yang belakangan ini sudah tersumbat. Padahal sebelumnya, pernah dilakukan pembongkaran untuk dikerjakan. Namun belakangan ini justru area itu tidak lagi dikerjakan.

“Sebelumnya untuk saluran air ini sudah pernah dibongkar, tapi pekerjaannya tidak selesai sampai sekarang. Kami warga disini sangat menginginkan kawasan ini bisa ditata. Semoga ketika kepedulian ditunjukan oleh sejumlah wartawan, ada gerakan dari pemerintah  memperbaiki jalan dan saluran air,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi jalan pasar lama sejauh ini memang sangat memprihatinkan. Selain  saluran airnya yang tersumbat, jalannya juga sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. Lebih buruk lagi, kawasan itu seringkali mengalami kemacetan arus lalulintas.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura, Alphius Toam mengungkapkan, kawasan itu bukanya tidak diperhatikan oleh pemerintah. Hanya saja, ketika sudah dianggarkan dan siap untuk dikerjakan tahun 2021 lalu, masyarakat adat kemudian meminta untuk menjadi pihak ketiga yang mengerjakan proyek di jalan pasar lama  tersebut. Oleh karena itu kemudian pemerintah Kabupaten Jayapura mengalihkan pekerjaanya ke Jalan Kehiran. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *