Pemkab Jayapura Kembali Berlakukan Pembatasan Waktu

Mathius Awoitauw. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Meningkatnya jumlah kasus masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sentani dan beberapa distrik lainya di Kabupaten Jayapura belakangan ini,  membuat pemerintah mengambil langkah cepat memberlakukan kembali pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di Kabupaten Jayapura.

“Kami telah mengeluarkan surat edaran pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Jayapura,  dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jayapura,” kata Bupati Mathius Awoitauw, kepada wartawan  di Sentani, Jumat (11/2) kemarin.

Lanjut dia, saat ini jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Jayapura terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.  Oleh karena itu pemerintah kembali memberlakukan aturan pembatasan waktu bagi kegiatan masyarakat di Kabupaten Jayapura,  yang mana hanya berlaku sampai pukul 21.00 WIT  atau jam 9 malam.

Sebagaimana diketahui Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengeluarkan surat edaran mengenai pemberlakuan pembatasan waktu bagi kegiatan masyarakat di Kabupaten Jayapura.  Edaran itu dibuat sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar setiap daerah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 2. Sebagaimana ditetapkan melalui instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2022 sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assessment oleh Kementerian Kesehatan serta lebih mengoptimalkan pengendalian Covid-19 di wilayah Kabupaten Jayapura.

Adapun ketentuan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Jayapura itu,  pertama membatasi jam operasional aktivitas warga sampai dengan pukul 21.00 WIT  atau jam 9 malam.

Kemudian mewajibkan seluruh masyarakat menerapkan kembali aturan protokol kesehatan yang tetap seperti selalu menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

“Pemberlakuan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan kegiatan belajar jarak jauh berdasarkan surat edaran Menteri,” ujar Mathius. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *