Amblesnya Jalan, Jadi Perhatian BPK 

Kondisi jalan di samping pintu  masuk Kantor Wali Kota Jayapura yang  kini ditutup untuk selanjutnya  dilakukan penimbunan. Foto diambil Jumat (11/2) kemarin. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Amblesnya jalan  di samping pintu masuk Kantor Wali Kota Jayapura akibat hujan deras yang mengguyur pada 7 Januari lalu hingga kini masih bisa terlihat. Setelah ambles, akses jalan ini langsung ditutup karena dianggap membahayakan.

   Menariknya kondisi jalan dengan panjang sekitar 30 meter sebelumnya telah diperbaiki karena sempat terjadi patahan yang cukup parah dan setelah diperbaiki kini ambles lagi, meski waktu penggunaan hanya sekitar 2 tahun. Terkait ini Wakil Wali Kota Jayapura, Dr Ir H Rustan Saru MM menyampaikan bahwa untuk penanganan jalan yang ambles ini  akan dilakukan dengan penambahan timbunan.

   Dan yang terlihat sore kemarin memang ada beberapa material timbunan mulai dituangkan ke titik yang ambles. Menariknya dari kejadian amblesnya badan jalan kali kedua ini dikatakan nantinya akan diperiksa oleh BPK terkait pengalokasian anggarannya.

   Rustan sendiri menyampaikan bahwa saat dikerjakan pertama seharusnya ada slop yang mengikat tiang – tiang agar ketika ada tekanan, tiang – tiang ini bisa saling mengikat. “Tapi itu teknis, nanti kita tangani dulu secepatnya dan akan dimulai dengan penimbunan, sebab bagian bawahnya masih aman,” kata Rustan di ruang rapatnya, Rabu lalu.

    Untuk penyelesaian pekerjaan penimbunan ini dikatakan diproyeksikan paling tidak Bulan Maret kondisi jalan sudah membaik dan bisa dilalui “Target kami Maret sudah bisa digunakan lagi,” tambahnya.

   Pada pekerjaan pertama akses jalan ini dilakukan oleh Dinas PUPR Kota dan  kini akan melibatkan BNPB  dalam pengerjaan. “Sedangkan  untuk titik jalur alternatif yang tak jauh dari pos polisi Kampung Buton dikerjakan oleh Pemprov karena itu jalur provinsi,” tambahnya.

   Pantauan Cenderawasih jalan yang ambles ini  terlihat turun sekitar 15 cm dan terjadi patahan pasca banjir lalu. Namun untungnya tidak terlalu parah dibanding kondisi di jalan alternatif sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *