Penyelundupan BBM Ilegal ke Wamena Digagalkan

Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh.(Elfira/Cepos)

*Diduga Sudah Berjalan Bertahun-tahun

JAYAPURA-Aktivitas penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) Ilegal yang rencananya akan dikirim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya terbongkar.

Sejumlah pelaku berhasil diamankan anggota Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Papua dan kini dalam proses penyelidikan. Hanya saja kasus ini diwanti-wanti oleh warga karena mensinyalir kasus BBM Ilegal ini kemungkinan  tidak akan dilanjutkan ke ranah peradilan. Namun penyampaian Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh bahwa kasus ini tengah dalam  penyidikan.

Dirkrimsus Ricko Taruna yang terhubung via telepon membenarkan soal adanya penanganan kasus penyelundupan BBM yang diduga ilegal tersebut. Hanya disini Direskrimsus hanya berkomentar singkat. “Kami lagi mengecek surat-suratnya dan nanti kami kabari,” ujar Ricko.

Lalu ditanya soal jumlah pelakunya ia menyampaikan belum mengetahui persis. “Untuk jumlah pelakunya saya belum tahu, masih dicek dulu dan nanti kami konfirmasi dengan kabid humas ya,”  tutupnya.

Sebelumnya Cenderawasih Pos mendapatkan laporan dari warga yang enggan namanya disebut soal adanya aktivitas pengiriman BBM jenis solar ke daerah pegunungan.

Aktivitas ini bukan sekali dua kali melainkan sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Bahkan salah satu pelaku disebutkan sudah pernah tertangkap kemudian membuat surat pernyataan namun kali ini kembali terlibat.

Sumber Cenderawasih Pos ini nampaknya sangat memahami kasus ini bahkan menjelaskan cukup detail tentang kasus terakhirnya. Ia menyampaikan bahwa pengungkapan atau penangkapan terakhir dilakukan pada 28 Januari 2022 di salah satu perusahaan pengiriman kargo di Sentani, Kabupaten Jayapura  pada pukul 21.30 WIT  dan saat itu menurutnya ada beberapa orang yang diamankan. “Yang saya tahu 5 orang yang ditangkap dimana 2 di antaranya diduga pemilik dan oknum karyawan SPBU,” ujar narasumber tersebut.

Iapun merincikan inisial terduga pelaku yakni MA, He, Ma dimana masing – masing disebut memiliki peran yang berbeda. Ia menyebut He bertindak sebagai orang yang memesan atau membutuhkan barang kemudian MA mengontak Ma sebagai penyedia barang dan Ma mendapat barang (BBM) dari SPBU karena memang memiliki jaringan.

Padahal seharusnya BBM ini sampai ke depot namun justru dibawa salah satu kargo di Bandara Sentani. Selain itu, ada pria berinisial Di yang bertindak sebagai perantara dimana He mentransfer uang ke Di dan Di membeli barang ke Ma.

“Yang kami tahu pada Jumat itu 2 kali diturunkan dimana awalnya pagi lalu  dilanjutkan  sore keluar lagi BBM dari depo untuk menuju SPBU namun ini dibelokkan ke salah satu kargo. Jadi Ma mendapat barang  di SPBU menjual ke He lewat Di,” ceritanya.

Iapun menyinggung soal mobil tangki BBM yang menjadi milik  BA yang sudah dijadikan barang bukti namun kini telah keluar.

“Selain itu mobil tangki milik BA yang dijadikan barang bukti ini juga sudah keluar. Saat kejadian mobil tangki dibawa oleh oleh sopir berinisial Sa dan kondektur berinisial Em,” bebernya.

Narasumber ini menyampaikan bahwa besar kemungkinan puluhan drum BBM ini akan segera dikirim ke Wamena karena seluruhnya sudah distanbykan di kargo. “Dugaan kami seperti itu, BBM yang jumlahnya sekitar 50 drum ini akan dikirim menggunakan pesawat menuju Wamena,” ucapnya.

Lainnya kata narasumber Cepos ini, MA sejatinya sudah 3 kali terlibat dalam aktivitas pengiriman BBM ilegal tersebut dan pada penangkapan kedua yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat namun pada penangkapan 28 Januari kemarin ternyata masih terlibat. “Lalu seharusnya BA ini juga diperiksa sebab paham betul bagaimana mobil tangkinya bisa masuk ke kargo,” singgungnya.

Cenderawasih Pos juga dikirimkan foto – foto kendaraan yang mengangkut BBM tersebut. Mulai saat mengantre di SPBU hingga tumpukan drum – drum di dalam kargo.

Sementara Kepala Rupbasan Jayapura, Friyanti Sannang membenarkan jika ada drum – drum BBM yang sempat dibawa ke Rupbasan. “Selasa lalu dari Dirkrimsus Polda datang membawa persyaratan dan mereka sampaikan mau membawa drumnya saja dan besok akan datang membawa BBM-nya dan saya katakan  lengkapi administrasinya biar lebih cepat dan segera dibuatkan berita acaranya,” ujar Friyanti melalui ponselnya.

Tapi lanjutnya  pada Rabu (9/2) ia mendapat pesan dari stafnya bahwa pihak Polda telah datang mengambil drum-drum yang kosong tadi. “Jadi belum sempat diregistrasi sudah diambil kembali. Kalau fisiknya ada itu menjadi tanggung jawab kami namun jika fisiknya belum ada apalagi tidak ada berita acara serah terima maka bukan menjadi tanggung jawab kami,” singkatnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *