Bangun SDM Seutuhnya, Polda Gelar Diskursus Pemolisian

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. (Humas for Cepos)

JAYAPURA – Polda Papua berencana akan menggelar kegiatan Diskursus Pemolisian Polda Papua dalam berkontribusi pada pembangunan manusia seutuhnya di Papua. Kegiatan tersebut akan diperkenalkan oleh Polda Papua dalam suatu kegiatan yakni  launching Operasi Damai Cartenz 2022 dan Operasi Rasaka Cartenz 2022, launching Papua’s Enhancement Research Study dan launching buku-buku tentang dinamika Pemolisian Polda Papua. Kegiatan ini akan digelar pada Selasa (15/2) mendatang.

   Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam kesempatannya mengatakan, sejalan dengan Inpres No. 9 Tahun 2020 dan Keppres No. 20 tahun 2020 kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yaitu mewujudkan Transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas serta Transparansi berkeadilan), maka Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri SIK melakukan suatu langkah dan terobosan guna mengantisipasi berbagai permasalahan yang terjadi secara spesifik di tanah Papua.

   Konsep pendekatan kesejahteraan atau humanis (soft approach policing) ini diwujudkan oleh Binmas Noken melalui Operasi Damai Cartenz 2022 dan Operasi Rastra Samara Kasih Cartenz 2022 (Rasaka Cartenz 2022) dengan fokus kepada pembangunan manusia (Community Development). Tujuannya, kesiapan Kepolisian tersebut adalah untuk meningkatkan taraf kehidupan suatu masyarakat secara menyeluruh, mendorong masyarakat agar lebih berperan aktif, memotivasi agar pembangunan masyarakat tersebut dapat lebih berdaya.

    Pengembangan masyarakat dan partisipasi merupakan strategi yang sangat potensial dalam rangka meningkatkan ekonomi, sosial dan transformasi budaya yang pada akhirnya dapat menciptakan pembangunan yang lebih berpusat pada masyarakat. “Sasaran akhir dari implementasi program kegiatan ini adalah masyarakat produktif dengan berbagai aktifitas pemenuhan kesejahteraan sehingga tidak lagi berfikir membangun ideologi yang berlawanan dengan NKRI. Keseluruhan konsep operasionalisasi Binmas Noken diharapkan dapat menjadi solusi yang ditawarkan Polri dalam berkontribusi pada upaya percepatan pembangunan Papua untuk, To win the hearts and mind the people of Papua,” beber Kabid Humas Musthofa Kamal dalam rilisnya, Kamis (10/2).

   Operasi Damai Cartenz 2022 dan Operasi Rastra Samara Kasih Cartenz 2022 (Rasaka Cartenz 2022) melibatkan Polres Jajaran Polda Papua, selain itu juga melibatkan Stakholder seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk membantu pemerintah, TNI-Polri di wilayahnya masing-masing dalam mendukung program pembangunan di Papua.

   “Dalam rangka menggelorakan semangat literasi di tubuh Polri, Polda Papua telah mengeluarkan 9 (sembilan) buku yang diantaranya menulis tentang konsep pemetaan dan pemecahan masalah di Papua melalui pendekatan humanis, maupun yang menulis tentang kegiatan-kegiatan implementasi Pemolisian yang telah dilaksanakan di Papua,” beber Kamal.

   Dengan hadirnya buku-buku ini, diharapkan bukan hanya berfungsi sebagai rekam jejak kegiatan Kepolisian Polda Papua, melainkan juga dapat menjadi referensi untuk terjun ditengah masyarakat Papua. Inti dari literasi di tubuh Polri, khususnya di Polda Papua, bahwa bagaimana personil Polda Papua mampu membaca, memahami setiap rujukan yang ada untuk selanjutnya diimplementasikan dalam berkomunikasi kepada masyarakat dalam bingkai sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegakan hukum kepada masyarakat.

   Selain mengelorakan semangat literasi untuk mendukung dan demi berkelanjutannya kegiatan-kegiatan dan operasi kepolisian dalam menjalankan program-program pendekatan kemanusiaan di Papua, dibutuhkan suatu badan akademik kepolisian sebagai suatu prasyarat bagi upaya untuk mendorong terbentuknya suatu sistem penegakkan hukum yang berbasiskan HAM di Papua.

   “Hal ini menjadi basis dari peran kepolisian di Papua dalam perannya yang multi fungsi, seperti pelaksanaan fungsi dalam menjaga keamanan masyarakat secara umum, melaksanakan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas keasadaran hukum, dan fungsi-fungsi lain yang mempengarui situasi Kamtibmas di Papua,” tambah Kabid Humas.

   “Salah satu implementasinya, saat ini Polda Papua sedang membentuk “Papua’s Enhancement Research Studies” (PERS) yang berimplikasi strategis  dalam pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di Papua,” tutup Kabid Humas. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *