Ketua DPRD: Semua BertanggungJawab Jaga Kawasan Youtefa

Abisai Rollo. (Noel/Cepos)

 

 

 

Kawasan hutan bakau di Teluk Youtefa yang kini mengalami perubahan drastic setelah dibangunnya jembatan merah dan jalan menuju ke Holtekamp. (Elfira/Cepos)

 

JAYAPURA-Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo mengungkapkan bahwa semua komponen masyarakat di Kota Jayapura, baik pebisnis/pelaku usaha dan masyarakat umum, diharapkan untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan kawasan hutan bakau di teluk Youtefa Jayapura.
Menurut Abisai, perlu ada penanaman kembali tanaman bakau di kawasan itu untuk kembalikan hutan bakau. “Kalau memang harus kita tanam kembali di pinggiran itu dengan bakau ya kita semua bertanggung jawab, pemuda masyarakat, pemerintah mari kita tanam kembali di pinggiran jalan itu. Jangan ditebang lagi” kata Abisai Rollo di Auditorium Universitas Cenderawasih, Selasa (8/2).
Dikatakan dengan dibangunnya jembatan Youtefa dan diresmikan presiden Jokowi pada 2019 lalu, pembangunan di kawasan itu cukup pesat, mulai dari pantai Hamadi hingga ke arah jembatan dan menuju pantai Holtekamp, hal ini berdampak kerusakan lingkungan.
“Pembangunan di sana (Holtekamp) sudah berubah, terutama setelah jembatan itu dibangun, sekarang semua mari kita perhatikan dampaknya. Silahkan bagian pantai, daerah wisata, tapi daerah yang laut sampai Nafri ini harus kita tanam bakau lagi sehingga mencegah abrasi” katanya.
Teluk Youtefa yang merupakan paru-paru kehidupan masyarakat Port Numbay, namun pesatnya pembangunan sehingga sampah semakin banyak dan dampak pencemaran air laut tidak bisa dihindari.
“Sehingga ini menjadi perhatian pemerintah untuk membersihkan teluk Youtefa ini, tapi bukan hanya pemerintah semua kita bertanggung jawab untuk bersihkan” ujarnya.
Dengan begitu kata Rollo, kawasan teluk Youtefa bisa tetap dipertahankan sebagai tempat wisata bagi masyarakat Jayapura maupun pengunjung dari luar Jayapura dan luar Papua.
Di sisi lain, Abisai Rollo juga minta pemerintah provinsi dan balai sungai pemerintah pusat agar membangun talud di pinggir jalan , mulai dari jembatan merah hingga di kali buaya untuk menahan arus ombak.
“Oleh sebab itu maka ini menjadi perhatian balai sungai pemerintah pusat membangun talud. Kalo tadi saya lihat jembatan kali buai itu sudah di pasang taluk dilanjutkan sampai di jembatan merah,” ujarnya, (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *