Seminar Nasional Hadirkan 7 Pembicara Mewakili 7 Wilayah Adat se Tanah Papua

Tiga dari 7 pembicara /narasumber Seminar Nasional Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M, Dr. Ir. Apolo Safanpo , ST, MT, Marlina Flassy, S.Sos, M.Hum. Ph.D

Membahas dan Menanggapi Tema utama; Prospek Penyelenggaraaan Pemerintahan Perspektif Undang-undang Nomor 2 tahun 2021

JAYAPURA- Seminar Nasional dengan tema Prospek Penyelenggaraaan Pemerintahan Perspektif Undang-undang Nomor 2 tahun 2021 hari ini, Selasa 8 Februari 2022 digelar di Ballroom Hotel Horizon Kotaraja. Seminar ini akan menghadirkan 7 pembicara utama mewakili 7 wilayah adat di Tanah Papua

Untuk mendesign seminar  agar berjalan efektif, menggunakan pendekatan koordinatif, integratif, simplifikasi dan sinkronisasi di antara beberapa pihak, Penanggungjawab Seminar  Walikota  Jayapura telah membentuk Panitia Pelaksana Seminar dengan : SK Walikota Jayapura Nomor : 188.4/26/Tahun 2022 telah memilih dan menentukan 7 orang narasumber seminar, “ Pemilihan Narasumber mengacu pada kriteria  petama, dia sorang akademisi, kedua seorang Birokrat yang ilmuwan dan ilmuwan yang birokrat, ketiga Dikenal dan memiliki masa di akar rumput atau grass root; dan  keempat memiliki Integritas yang baik,” ujar ketua Panitia Seminar Nasional Dr. Drs. Gasper Liauw, M.Si.

Dari kriteria diatas, narasumber yang  disepakati dalam Round Table Discussion (RTD) pada 13 Januari 2022 adalah  Pertama, Wilayah adat Mamta/Tabi (Papua Timur Laut yang meliputi :Port Numbay, Sentani, Sarmi dan Mamberamo Raya), yakni  Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M.   merupakan jebolan APDN Jayapura,  IIP Jakarta,  Uncen Jayapura dan Universitas Brawijaya Malang.  Pengalaman BTM – Sapaan akrabnya- yakni sebagai Kepala Distrik Abepura,  Kepala Dispenda,  Walikota Jayapura periode 2011-2016 dan 2017-2.022 serta pembicara pada berbagai Seminar.

Judul yang disarankan :  Penyelenggaraan Pemerintahan Berkelas Dunia  pada Era Baru Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Pertimbangan pemberian judul tersebut dilatari oleh realitas bahwa Kota Jayapura yang dipimpin oleh Walikota Dr.Drs. Benhur Tomi Mano, MM telah menggambarkan beberapa hal antara lain  Smart Budgeting, Smart Sizing, Smart Spending, Smart Management dan Smart Leadership.

Pembicara kedua dari Wilayah adat Saireri (Papua Utara/ Teluk Cenderawasih, yang meliputi Biak Numfor,  Supiori, Yapen, Waropen dan Nabire bagian pantai) yakni  Pdt. Dr. Anthon Rumbewas, S.Ag, M.Th.  kini menjabat sebagai Ketua II STFT  GKI I.S. Kyne Jayapura. dari sisi pengalaman, sering menjadi narasumber pada seminar  di dalam negeri, bahkan di luar negeri seperti di Australia, Namibia, Bangkok, Timor Leste  dan beberapa Negara lainnya.  Judul yang disarankan : Manajemen Pendidikan Yang Mensejahterakan Masa Depan Orang Asli Papua di Tanah Papua.

Pembicara ketiga, mewakili Wilayah adat Domberai (Papua Barat Laut, meliputi : Sorong, Manokwari, Bintuni,  Wondama, RajaAmpat, Sorong Selatan dan Tambrau), yakni Marlina Flassy, S.Sos, M.Hum. Ph.D. Kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uncen Jayapura. latar belakang pendidikannya dari Antropologi   Uncen, Antropologi  UGM dan Antropologi Etnologi Fakultas Ilmu Sosial Wissenschaf  Georg August University of Gottingen, Germany, 2015.

Judul yang disarankan  Pemberdayaan Orang Asli Papua Dalam Bidang Sosial Budaya, Ekonomi dan Politik  di Tanah Papua.

Narasumber ke empat mewakili Wilayah adat Bomberai (Papua Barat , meliputi : Fak-fak, Kaimana dan Mimika Pantai), yakni  Dr. Lily Bauw, SH.,MH. Kini menjabat Dosen Fakultas Hukum Uncen Jayapura. Judul yang disarankan pada narasumbe ini yakni Implementasi Kebijakan   Otonomi Khusus  Papua Berbasis SMART Regulation.

Narasumber berikutinya, kelima Dr. Ir. Apolo Safanpo , ST, MT Mewakili Wilayah adat Anim Ha (Papua Selatan, meliputi : Merauke, Boven Digul, Mappi, Asmat). Pendiikan beliau yakni   Sarjana     Teknik Universitas Sebelas Maret Solo,  Magister :   Teknik Lingkungan Universitas Sebelas Maret Solo. Doktoral : Teknik Sipil Undip Semarang (2016).  Pengalamannya yakniPembantu Dekan III Fakultas Teknik Uncen (2006-2012), Rektor Uncen periode 2017-2021 dan 2021-2025

Judul yang disarankan : Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup  Dalam Era Baru Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Narasumber keenam mewakili Wilayah adat La Pago (Papua Tengah Bagian Timur, meliputi : Pegunungan Bintang, Wamena, Lani Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Nduga, Yahukimo, Yalimo, Mamberamo Tengah dan Tolikara), yakni  Drs. Simeon Itlay ,  dari Uncen Jayapura

Pengalamannya sebagai Kasubbag Kesra Kabupaten Jayawijaya, Anggota DPRD Prov Papua, Staf ahli Gubernur Papua Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pjs. Bupati Yalimo (2020), pembicara pada berbagai seminar kebudayaan .

Judul yang disarankan : Perlindungan dan Penguatan Lembaga Adat Dalam Pembangunan di Tanah Papua (dielaborasi lebih spesifik oleh Narasumber dengan judul “Pola Pembangunan : Integrasi Globalisasi Dengan Kebudayaan Asli Lapago Yang Setara dan Hormonis”)

Pembicara ketujuh mewakili Wilayah adat Me Pago (Pegunungan Papua Bagian Tengah, meliputi : Intan Jaya,  Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire Gunung dan Mimika Gunung), yakni  Dr. Frans Pekey, M.Si.    Pengalaman  dan jabatannya saat ini sebagai Sekda Kota Jayapura.

Judul Yang disarankan : Idealistik Komunikasi Politik dan Pemerintahan pada Era Baru Otonomi Khusus di Tanah Papua.(dijabarkan lebih spesifik oleh narasumber dengan judul “ Membangun Komunikasi Politik Era Baru Otonomi Khusus Di Tanah Papua)

“ Para narasumber akan menyampaikan buah pikiran, kajian dan pandanganya, secara ilmiah berangkat dari pendidikannya, profesi, pekerjaan, pengetahuannya dan  pengalaman sesuai kapasitas dan kapabilitas masing-masing, dalam merespon tema besar dari seminar ini yakni Prospek Penyelenggaraaan Pemerintahan Perspektif Undang-undang Nomor 2 tahun 2021 dan sum temanya Undang Undang  Nomor 2 Tahun 2021 Menghadapi Tantangan Dan Harapan  Dalam Tatanan 7 Wilayah Adat Di Tanah Papua.” Ujar  ketua Panitia Seminar Nasional Gasper Liauw.

Pemaparan  narasumber dan diskusi yang dipandu moderator dilakukan secara terstruktur dan profesional. Moderatornya sendiri yakni : Fristian Greic yang bernama lengkap Fristian Shamsapeel Griec Humalanggi adalah pembawa acara berita Indonesia. Ia pernah menjadi pembawa acara dalam program berita di Stasion TV RCTI, kemudian pindah ke Kompas TV membawakan program primetime talkshow Sapa Indonesia Malam dan Sejak tahun 2021, ia pindah ke TVRI dan membawakan program gelar wicara dengan namanya sendiri sebagai judul acaranya yaitu Forum Fristian.

Dikatakan, Tujuan yang diharapkan dari seminar nasional ini adalah : Menghasilkan kontribusi pemikiran tentang penajaman arah penyelenggaraan pemerintahan dalam perspektif kekhususan Provinsi Papua;

“ Menghasilkan rancangan awal tentang rumusan  indikator keberhasilan pelaksanaan otonomi khusus  pada masing-masing wilayah adat di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,” ujarnya.

Beberapa manfaat seminar yang diharapkan akan diperoleh dari pelaksanaan seminar ini, adalah Bagi Pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, Kemenkeu dan Bappenas, menjadi input terhadap harmonisasi Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua tahun 2022-2041;

Bagi Pemerintah Provinsi Papua, menjadi masukan bagi penyempurnaan implementasi kebijakan penyelenggaran pemerintahan  dalam perspektif kekhususan Provinsi Papua yang sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, efektif, efisien dan berkerkeadilan;

“ Bagi Pemerintah Kabupaten/ Kota di Tanah Papua, menjadi referensi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik dan lembut (good and gentle governance); Bagi Orang Asli Papua, agar memperoleh informasi  yang  kredibel tentang otonomi khusus sehingga menjadi rujukan dalam mengawasi pelaksanaan otonomi khusus.” Jelasnya.

Dikatakan, hasil seminar ini akan  diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul : Era Baru Otonomi Khusus Papua.

Ketua pantia menjelaskan, Seminar akan dihadiri kurang lebih 250 orang peserta yang terdiri dari akademisi, paguyuban, mahasiswa, kaum perempuan, eksekutif, legislatif, dunia usaha, media, MRP, tokoh adat, dan tokoh agama. “ Undangan  sudah kami kirimkan juga ke semua bupati dan walikota se Tanah Papua ( Papua dan Papua barat), dan ke berbagai kalangan,” ujar Gasper. (luc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *