Gunakan Hati, Sudahi Pendekatan Militeristik

Pdt. Matheus Adadikam. (Elfira/Cepos)

Theo Hesegem

*Pesan Untuk Pangdam yang Baru

JAYAPURA-Pergantian pimpinan, baru saja terjadi di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih. Pangdam XVII/Cenderawasih yang sebelumnya dijabat Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A kini digantikan pejabat baru, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa SE, MM. Proses serah terima jabatan tersebut dilakukan di Makodam pada Senin (7/2).

Terkait dengan serah terima jabatan tersebut, beberapa orang menaruh harapan pada pimpinan yang baru agar menyudahi pendekatan militeristik dan melakukan pendekatan yang humanis.

Direktur Elsham Papua, Pdt. Matheus Adadikam menyampaikan selamat atas pelantikan Pangdam yang baru dan selamat melaksanakan tugas di tanah Papua.

Terkait dengan pergantian pimpinan di lingkungan Kodam, Pdt Adadikam berharap pimpinan yang baru bisa melakukan pendekatan yang humanis sebagaimana penyampaian dari Panglima TNI dan KSAD.

“Utamakan pendekatan humanis dan sudahi pengiriman pasukan ke Papua, karena selama ini itu yang kami temukan di lapangan. Dimana pendekatan militeristik masih saja dilakukan di Papua,” kata Pdt Adadikam kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/2).

Menurut Pdt Adadikam, Pangdam berganti Pangdam bahkan anak Papua sendiri almarhum Herman Asaribab pernah menjadi Pangdam. Dimana pendekatan yang pernah dilakukan almarhum kala itu menurut Pdt Adadikam yakni pendekatan kemanusiaan dan pendekatan humanis.

Bahkan, Pdt Adadikam mengingat betul dimana almarhum Herman Asaribab pernah menyampaikan alutsista TNI secanggih apapun tidak akan bisa merebut hati orang Papua kecuali dengan pendekatan hati nurani untuk menghadapi orang Papua.

“Pendekatan hati nurani ini dan humanis perlu dicoba Pangdam yang baru. Kami optimis dengan Pangdam yang baru dan kebijakan yang dilakukan berdasarkan perintah dan arahan dari Panglima, jangan sampai perintah atasan lain pelaksanaan di lapangan lain,” ucapnya.

Pdt Adadikam juga mengingatkan, pendekatan yang dilakukan di Papua harus beda dengan pendekatan yang dilakukan seperti di pulau Jawa ataupun di Makassar. Dan setiap pimpinan pasti diberikan hal-hal khusus untuk menjalankan tugasnya.

“Yang rakyat mau terkhusus di lembaga-lembaga sosial masyarakat yaitu bicara A maka yang harus dilakukan juga A, bukan sebaliknya,” tegas Pdt. Adadikam.

Adadikam meyakini bahwa Pangdam yang baru saja dilantik punya niat yang tulus untuk melaksanakan tugas sebagai pimpinan TNI. Dengan niat yang tulus itu akan mempengaruhi cara pandang dan cara kerjanya.

“Kami optimis, Pangdam punya kiat-kiat dan kemauan yang kuat untuk membuat perubahan seperti perintah dari Panglima. Jangan terlalu lama untuk melakukan penyesuaian dan sudahi pendekatan militeristik, karena itu tidak membuahkan hasil,” harapnya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem berharap Pangdam yang baru harus mampu melihat persoalan yang ada di Papua dan menyampaikan laporan ke pusat. Dengan begitu, pemerintah  pusat bisa mengambil kebijakan soal Papua.

Selain itu, Theo juga meminta Pangdam segera melakukan evaluasi. Pasalnya, awal tahun ini dalam konflik bersenjata ada anggota TNI yang gugur dalam kontak tembak dengan TPN-OPM.

“Pangdam bisa mengevaluasi terkait dengan penembakan yang akhir-akhir ini terjadi dengan korbannya anggota TNI. Jangan kemudian tidak melakukan evaluasi dan mengirim pasukan untuk perang dengan OPM,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *