Kolaborasi, Vaksinasi dan Penyuluhan Kesehatan di Lapas

Salah satu warga binaan saat divaksin oleh Tim Vaksinator dari RS Bhayangkara di Lapas Abepura, Sabtu (5/2). (Elfira/Cepos)

Tercatat 61 Penghuni Lapas Mendaftar Untuk Divaksin.

JAYAPURA – Sosialisasi dan penyuluhan diberikan pada penghuni Lapas Abepura melalui pengabdian masyarakat serentak pada Lapas di 30 Provinsi Repubik Indonesia melalui kolaborasi FK KMK UGM, Kemenkumham, Asosiasi RS TNI-Polri, BKKBN, YHKI, Koseindo dan Komponen amsyarakat lain, Sabtu (5/2) di Lapas Abepura.

  Dalam penyuluhan yang diberikan di Lapas Kelas II Abepura, masih ada sebagian penghuni Lapas yang bertanya soal vaksin. Dari jumlah 671 Narapidana dan Tahanan, terdata 61 orang yang mau divaksin.

  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Nerius Auparay berharap, kolaborasi yang dilakukan bisa bermanfaat bagi penghuni Lapas Abepura. Menurut Nerius, bukan masyarakat di luar saja yang bisa dilayani. Tetapi para penghuni Lapas ini juga  punya hak sebagai warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

  “Bersama tim kolaborasi, kami ingin mendekatkan pelayanan itu kepada penghuni Lapas selaku warga negara yang perlu mendapatkan hak itu,” kata Nerius.

  Ia berharap, melalui kegiatan yang dilakukan bisa bermanfaat. Selain itu, sudah ada komitmen dari Karumkit bagi binaan Lapas Abepura. “Bakti sosial tidak selesai hari ini, masih ada lanjutannya untuk membantu para binaan Lapas Abepura yang memerlukan pertolongan,” ucapnya.

   Sementara itu, Kalapas Abepura Sulistyo menyampaikan, sebanyak 671 orang narapidana dan tahanan. Dari jumlah tersebut, rata rata belum divaksin. “Kami tidak memaksakan mereka untuk divaksin, melainkan kami mengajak dan mengedukasi mereka,” ucapnya.

   Sementara itu, antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas Abepura. Pihaknya tetap melakukan prokes, setiap tahanan yang masuk ke Lapas harus melengkapi hasil rapid antigen ataupun pcr. Selain itu, dilakukan isolasi.

   Di tempat yang sama, Karumkit RS Marthen Indey Kolonel Ckm Muar Marzuki, S.p.PD menyampaikan, vaksin untuk memberikan kesadaran pribadi kepada mereka. Contohnya, masih ada penghuni Lapas yang bertanya vaksin itu apa.

  “Kehadiran kami untuk mengedukasi mereka, memberikan pemahaman baru. Menumbuhkan kesadaran kepada mereka bahwa vaksin itu perlu, yang penting mengedukasi mereka untuk sadar dan tidak termakan informasi hoax,” ucapnya.

  Sementara itu, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, Kompol dr. Dedet Setiavano, M.Ked (Og), Sp. Og menyampaikan, pihaknya membantu mengsuport dalam bentuk vaksinasi di Lapas Abepura.

  “Kami mendatangkan vaksinator kami untuk mengvaksin rekan rekan binaan di Lapas Abepura,” kata dr Dedet.

   Dikatakan, terdaftar  ada 61 orang yang bersedia divaksin di Lapas Abepura. Seorang Narapidana bernama Pasus mengaku usai divaksin tak merasakan gejala apapun. Ia juga mengaku divaksin atas keinginan diri sendiri.

   “Ini vaksin pertama atas keinginan sendiri, rencanan mau vaksin kedua lagi,” ucapnya.

Selain melakukan vaksinasi, dilakukan juga cek kesehatan kepada seluruh waga binaan Lapas Abepura. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *